HETANEWS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menanggapi soal salah satu kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Indonesia akan mempercepat penghapusan subsidi BBM demi mencapai energi bersih dan berkelanjutan.

Arifin menjelaskan, kesepakatan tersebut tidak semata-mata akan disikapi dengan pemerintah menghapus subsidi BBM secara sekaligus, Melainkan, pengurangan akan dilakukan secara bertahap sesuai situasi dan kondisi.

"Kan berdasarkan kondisi masing-masing dan bertahap ya toh," ujar Arifin kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (21/11).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengatakan pemerintah selama ini tidak ada niat untuk mengurangi subsidi, baik itu listrik maupun BBM, melainkan hanya membuat program ini lebih tepat sasaran.

"Kita upayakan adalah membuat subsidi tepat sasaran, karena subsidi itu hak masyarakat yang belum mampu, kita tidak pernah mengurangi subsidi untuk BBM atau listrik," kata dia.

Menyoal kesepakatan para pemimpin negara G20, Rida menuturkan pemerintah akan menyikapi hal tersebut dengan membuat sebuah roadmap atau peta jalan, lantaran tidak mungkin BBM subsidi dihapuskan mendadak.

"Bertahap ya kalau pun ada, kan tidak mungkin yang namanya transisi kan, tidak mungkin sekaligus secara overnight gitu kita paling tidak menyusun roadmap-nya, ini kan baru kemarin disepakatinya," jelas dia.

"Tinggal yang kita lakukan elaborasinya untuk dijalankan, biasanya kita bikin peta jalannya dan itu tidak sekadar satu kementerian, apalagi dengan yang namanya subsidi kan harus ada Kemenkeu Kemensos," tandas Rida.

Sebelumnya, kesepakatan penghapusan BBM subsidi tercantum dalam poin ke-12 Bali Leader's Declaration atau deklarasi pemimpin negara G20 sebagai hasil dari KTT G20 yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali, 15-16 November 2022 lalu.

Dalam poin tersebut disebutkan bahwa pimpinan negara-negara G20 menegaskan kembali komitmen untuk mencapai target SDG 7 dan berupaya menutup kesenjangan akses energi untuk memberantas kemiskinan dan kelangkaan energi.

"Kami akan meningkatkan upaya kami untuk mengimplementasikan komitmen tersebut dibuat pada tahun 2009 di Pittsburgh untuk menghapus dan merasionalisasi dalam jangka menengah, subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien yang mendorong konsumsi secara boros dan berkomitmen untuk mencapainya tujuan, sambil memberikan dukungan yang ditargetkan untuk yang paling miskin dan paling rentan," bunyi pernyataan deklarasi yang diterima kumparan, Rabu (16/11).

Sumber: kumparan.com