MEDAN,HETANEWS.com - Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Medan, Ilyan Chandra Simbolon telah membentuk tim monitoring untuk mengecek para karyawan di perusahaan apakah masuk atau tidak sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (TK).

Ilyan menjelaskan ada empat tim monitoring yang akan turun ke lapangan, mencari tahu perusahaan mana saja yang belum mendaftarkan karyawannya BPJS TK. Selain itu, kata Ilyan, pihaknya juga akan mendata perusahaan dan jumlah karyawan ke daftar Disnaker Medan.

"Saat ini berdasarkan data terkini baru ada 500 karyawan di Kota Medan yang memiliki BPJS TK, untuk itu berdasarkan permintaan pak Wali Kota maka hingga akhir tahun ini kita akan fokus pada tim monitoring agar seluruh karyawan di Medan memiliki BPJS TK," jelas Ilyan, Senin (21/11/2022).

Untuk itu, lanjut Ilyan, monitoring penting untuk dilakukan dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat kita akan telusuri, nantinya saat monitoring kita langsung minta perusahaan untuk melengkapi syarat agar karyawannya bisa daftar BPJS TK secara langsung," ungkapnya.

Ilyan juga menjelaskan bahwa beberapa bulan terakhir ini, pihaknya sudah melayangkan surat ke beberapa perusahaan-perusahaan agar mendaftarkan seluruh karyawannya menjadi peserta BPJS TK.

"Begitupun surat kepada BPJS TK Medan kami sudah berikan agar kiranya perusahaan di Medan ini di bantu untuk mempermudah dalam pendaftaran BPJS TK," jelasnya.

Tak hanya ke perusahaan, Disnaker Medan juga akan mengadakan pertemuan dengan BPJS TK, menanyakan kendala perusahaan sehingga banyak karyawan di Medan kesulitan mendapatkan BPJS TK.

"Seperti kata Pak Wali untuk pererat Kolaborasi dengan BPJS, maka saat ini kami pun sedang berencana lakukan pertemuan dengan pihak terkait," ujarnya.

Disinggung masalah pengangguran yang kian meningkat di Kota Medan, Ilyan mengaku, pihaknya saat ini juga tengah memproses pembuatan aplikasi pencari kerja., membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.

"Jika tidak ada halangan kita akan melaunching aplikasi Sistem Informasi Terpadu Tenaga Kerja (Siduta) pada 23 November mendatang," jelasnya.

Ilyan menerangka aplikasi Siduta bisa digunakan bagi para pencari kerja untuk mendapatkan kartu pra kerja secara online dan bisa juga digunakan untuk melihat lowongan kerja.

Selain pencari kerja, kata Ilyan, aplikasi Siduta juga bisa diakses oleh seluruh perusahaan yang ada di Kota Medan.

"Nantinya ini juga sebagai laporan perusahaan ke Disnaker baik jumlah tenaga kerja di tempatnya maupun lowongan-lowongan pekerjaan bisa ditampilkan di aplikasi ini," jelasnya.

"Pastinya lowongan pekerjaan di aplikasi ini nyata dan tidak bohongan sebab perusahaan yang menggunakan aplikasi ini sudah terdata," sambungnya.

Ilyan menyebut aplikasi Siduta nantinya bisa didownload di AppStore baik di Android maupun Iphone.

"Untuk mendapatkan kertas AK satunya nantinya sudah ada tinggal isi saja. Jadi semua sistemnya secara online nantinya," ucapnya.

Untuk itu Ilyan meminta kepada perusahaan agar turut berpartisipasi dalam penggunaan aplikasi ini.

"Saya juga berharap agar kiranya seluruh perusahaan yang ada di Kota Medan ini lakukan laporan pendataan jumlah tenaga kerja ke Disnaker Medan," pungkasnya