TAPSEL, HETANEWS.com - Media sosial (medsos) tengah diramaikan video ulah sejumlah pelajar di beberapa daerah di Indonesia. Kasus tersebut di antaranya penganiayaan hingga perundungan.

Tiga kasus yang menjadi sorotan publik ialah pelajar menendang nenek di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), siswa Bandung bully rekan, dan siswa SMP di Sidoarjo memaki personel Polisi Lalu Lintas (Polantas).

1. Pelajar Tendang Nenek hingga Tersungkur

Kasus pertama yang menjadi sorotan ialah pelajar Tapsel menendang nenek hingga tersungkur. Dalam video yang beredar, tampak video itu direkam dari arah belakang.

Di dalam video, tampak ada tiga sepeda motor yang berhenti dengan masing-masing ditumpangi dua orang. Terlihat nenek tersebut awalnya berbincang dengan salah satu pelajar.

Kemudian, datang seorang pelajar dan menendang nenek tersebut hingga jatuh tersungkur. Video tersebut lalu viral di medsos.

Polisi bergerak lalu mengamankan enam pelajar. Polisi lalu memanggil orang tua (ortu) dari para pelajar tersebut, pihak sekolah, hingga kepala desa setempat. Polisi juga mencari nenek yang menjadi korban.

Ortu pelajar meminta maaf atas aksi kurang ajar tersebut. Mereka menyampaikan permintaan maaf kepada korban, keluarga korban, dan masyarakat umum.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, video itu direkam salah satu pelajar yang ada di rombongan. Video itu lalu beredar setelah salah satu pelajar meminta video tersebut dan dikirim atau disebarkan ke grup WhatsApp (WA).

2. Siswa Bandung Bully Rekan hingga Pingsan

Kasus kedua terjadi di Bandung. Polisi sudah turun tangan di kasus perundungan (bullying) di salah satu SMP di Bandung.

Peristiwa itu terjadi di SMP Plus Baiturrahman Ujungberung, Kota Bandung, yang yang dilakukan sesama siswa. Polisi kini sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk terduga pelaku perundungan.

"Terduga pelaku baru satu orang, mungkin yang jadi saksi bisa saja jadi pelaku," ujar Kapolsek Ujungberung Kompol Karyaman di SMP Plus Baiturrahman Ujungberung, dilansir detikJabar, Sabtu (19/11).

"Saksi 4-5 orang hasil pemeriksaan sementara," katanya.

Dari video yang dilihat detikJabar, seorang siswa yang mengenakan baju olahraga dipasangi helm berwarna merah oleh siswa lainnya yang hendak melakukan perundungan tersebut. Setelah helm dipasangkan, siswa tersebut langsung tendang kepala korban sebanyak tiga kali hingga korban tumbang atau diduga pingsan.

Setelah korban tersungkur dari kursi yang didudukinya, siswa yang lakukan perundungan itu menindih korban. Korban langsung dibantu oleh teman-teman. Dari informasi yang beredar korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

3. Siswa SMP Sidoarjo Maki Polantas

Kasus yang juga menjadi sorotan ialah seorang siswa di Sidoarjo yang memarahi dan mengumpat ke polisi. Siswa itu diketahui mengendarai motor tanpa helm.
Advertisement

Dalam video tampak awalnya seorang polisi tengah menghentikan dan memberi teguran kepada siswa tersebut karena tak memakai helm. Siswa yang ditegur juga tampak memboncengkan seorang siswi.

Namun siswa menyadari bahwa dirinya tengah direkam oleh petugas lain. Tak terima, siswa tersebut lantas berupaya mendatangi, tapi dihalangi oleh Polantas. Siswa pun langsung mengumpat habis Polantas tersebut.

Setelah mengumpat dan berusaha menyerang Polantas, siswa SMP di Sidaorjo itu dibawa ke kantor polisi. Di sana dia dimintai keterangan dan diberi pembinaan.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polresta Sidoarjo Iptu Ony Purnomo mengatakan kasus yang telah viral itu ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Dia mengatakan, saat di kantor polisi, siswa itu lebih tenang dan tidak agresif seperti di dalam video. Polisi juga memanggil pihak orang tua dan guru siswa tersebut.

Baca juga: Polisi Koordinasi dengan Bapas Terkait Pemeriksaan Pelajar Tendang Wanita Renta di Tapsel