SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Usaha demi usaha tetap dilakukan orangtua pelaku pencurian sawit yang terjadi di Kasindir, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, tertanggal 21 Agustus 2022 lalu.

Dimana para orangtua mendatangi kantor PTPN IV Balimbingin, dengan tujuan agar pihak kebun mau melakukan perdamaian kepada para pelaku.

Hanya saja, usaha para orangtua tersebut harus pupus. Lantaran Manager tidak dapat ditemui dengan alasan masih melakukan rapat.

Hal itu pun membuat ketiga orangtua yang langsung datang ke kebun PTPN IV menjadi lesu dan meneteskan air mata. Dimana ketiganya mengingat anak mereka yang masih panjang perjalanannya.

Seperti yang disampaikan N Sihombing orangtua dari Rizki Pasaribu, mengatakan setelah kejadian tersebut. Anaknya mengalami trauma, sehingg dirinya hanya dapat mengurung diri dirumahnya.

"Trauma anak saya setelah ditangkap polisi itu, bahkan mau menjumpai temannya pun dia (Rizki) gak mau. Jadi seperti ketakutan kalau ketemu sama orang," ucap N Sihombing dan diamini oleh E Simanjuntak, dan D Sinurat yang merupakan dua orangtua pelaku lainnya beserta didampingi kuasa hukumnya Edi Sihombing, saat berada diwarung kopi, Senin (21/11/2022).

Tidak sampai disitu saja, N Sihombing berserta dengan orangtua lainnya mendatangi pihak PTPN IV Balimbingan agar Manager dapat membuka hatinya dan mau berdamai.

"Kalau bisa berdamailah, karena anak-anak kami masih panjang umurnya untuk menata masa depan mereka. Tapi kalau seperti ini mental mereka sudah hancur. Jadi kami mohon kemurahan hati pak Manager agar mau berdamai dengan kami," tutupnya.

Baca juga: PTPN IV Menolak Berdamai, Ayah Terduga Pelaku Pencuri Sawit Minta Bantuan Bupati