HETANEWS.com - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Senin (21/11/2022).

Persidangan ini sempat ditunda satu pekan lantaran pihak PN Jakarta Selatan melakukan evaluasi jalannya sidang dan pengamanan dalam sidang ini bersama dengan pihak Kejaksaan dan Mahkamah Agung.

Pada sidang hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan menghadirkan 11 orang saksi untuk terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf tiba lebih dulu tiba di Pengadilan dengan pengawalan ketat kepolisian pada pukul 08.40 WIB.

Kuat mengenakan rompi tahanan nomor 100 dan Ricky dengan rompi tahanan nomor 09. Keduanya berjalan dengan tangan diborgol menuju ruang tunggu tahanan.

Tak berselang lama, Richard Eliezer juga tiba di PN Jakarta Selatan didampingi sejumlah petugas Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK) bersama dengan kawalan anggota kepolisian.

Bharada E yang kini berstatus justice collabolator itu berjalan menuju ruang tunggu tahanan mengenakan rompi Kejaksaan nomor 27 dengan tangan diborgol.

Salah satu saksi dari 12 saksi yang bakal dihadirkan jaksa adalah Kepala Bagian (Kabag) Penegakan Hukum (Gakkum) Provos pada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Kombes Susanto Haris tidak bisa hadir karena alasan sakit.

Saksi yang hadir adalah mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) AKBP Ridwan R Soflanit. Kemudian, Kepala Sub Unit I Reserse Kriminal Umum (Kasubnit I Reskrimum) AKP Rifraizal Samuel dan Kasubnit I Unit I Reskrimum, Aipda Arsyad Daiva Gunawan.

Selanjutnya, Anggota Reskrimum Aiptu Sullap Abo, Anggota Unit Identifikasi Sat Reskrim Bripka Danu Fajar Subektim dan Penyidik Pembantu Unit I Reskrimum Briptu Martin Gabe Sahata.

Selain itu, ada juga Bintara Unit Krimum Briptu Rainhard Regern, Kasubnit II Unit III Ranmor, Tedi Rohendi, dan Kasubnit I Jatanras Endra Budi Argana, yang akan hadir sebagai saksi.

Ketidakhadiran Kombes Susanto menjadi perhatian kuasa hukum Ricky Rizal dan mempertanyakan hal tersebut dalam forum persidangan. Kuasa hukum Ricky Rizal mengatakan, mengapa Susanto tidak hadir padahal kesaksiannya sangat berkaitan dengan pembuktian.

Jaksa Penuntut Umum kemudian menjawab Kombes Susanto yang dulunya menjabat Kabag Gakkum Roprovost Divpropam Polri tak hadir karena sakit. "Tidak hadir karena sakit, ada surat sakitnya," kata JPU di ruang persidangan.

Hakim kemudian memutuskan melanjutkan sidang dan tetap akan meminta Susanto hadir di persidangan berikutnya. Susanto merupakan satu dari belasan nama yang direncanakan hadir menjadi saksi dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Saksi yang berkenan hadir ada 11 orang, sembilan di antaranya merupakan anggota Polri.

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali meminta stasiun televisi menyiarkan sidang Ferdy Sambo dkk., dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) tanpa suara. Persidangan lanjutan digelar hari ini, Senin (21/11/2022).
Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali meminta stasiun televisi menyiarkan sidang Ferdy Sambo dkk., dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) tanpa suara. Persidangan lanjutan digelar hari ini, Senin (21/11/2022). (kompas tv)
Sembilan anggota Polri yang menjadi saksi yaitu Briptu Martin Gabe Sahata, AKP Rifaizal Samual, Briptu Rainhard Regern. Kemudian Aipda Arsyad Daiva Gunawan, Bripka Danu Fajar Subekti, Tedi Rohendik, AKBP Ridwan Soplanit, Aiptu Sullap Abo dan Endra Budi Argana.

Sedangkan dua karyawan swasta tersebut adalah Anita Amalia Dwi Agustin dan Raditya Adhaksa.

Dalam dakwaan, Richard Eliezer dan dan kedua terdakwa lainnya disebut melakukan pembunuhan berencana menghabisi nyawa Brigadir J.

Peristiwa pembunuhan Yosua disebut terjadi akibat cerita sepihak istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang mengaku dilecehkan Yosua di Magelang. Kemudian, Ferdy Sambo marah dan merencanakan pembunuhan terhadap Yosua yang melibatkan Richard, Ricky, dan Kuat.

Akhirnya, Brigadir J tewas di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022. Atas peristiwa tersebut, Eliezer, Sambo, Putri, Ricky dan Kuat didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Kelimanya terancam pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.