MEDAN,HETANEWS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Medan memprediksi Sumatera Utara bakal hujan deras mulai Sabtu hingga 21 November mendatang atau selama tiga hari.

BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Hari ini, Sabtu 19 November, wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kepulauan Nias, Dairi, Madina, Pakpak Bharat. Kemudian Humbang yang, Binjai, Medan, Sibolga, Padang panjang hingga Padang Lawas diprediksi hujan deras disertai petir dan angin kencang.

Kemudian keesokan harinya atau Minggu 20 November BMKG juga memprediksi wilayah Tapanuli Tengah, Dairi, Langkat, Dairi, Humbahas, Madina, Pakpak Bharat, Sibolga hingga Padang Lawas masih diprediksi hujan deras.

Kemudian pada Senin 21 November pun sejumlah wilayah di Sumut masih diprediksi hujan deras yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kepulauan Nias, Langkat, Labuhanbatu, Dairi, Toba, Madina, Humbahas, Binjai, Sibolga, Padang Lawas hingga Labuhanbatu Selatan.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, banjir terjadi di 16 Kelurahan dan sembilan Kecamatan.

Banjir di antaranya Kelurahan Cinta Damai, Sei Sikabing C II, Tanjung Gusta, Beringin dan Kelurahan Aur.

Selanjutnya, Kelurahan Sei mati, Hamdan, Pangkalan Mansyur, Gedung Johor, Kwala bekala dan Kelurahan Sunggal. Kemudian, Kelurahan Tanjung Rejo, Suka Damai, Petisah Tengah, Sei Putih Barat, dan Kelurahan Kwala Babura Batua.

Seluruh kelurahan itu berada di sebanyak sembilan wilayah kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Medan Helvetia, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Johor, dan Kecamatan Medan Johor. Kemudian, Kecamatan Medan Sunggal, Medan Polonia, Medan Petisah, Medan Baru dan Kecamatan Medan Barat.

Kepala BPBD Medan, Husni mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum ada mencatat adanya korban jiwa akibat banjir ini.

Sejauh ini 1.699 rumah terkena dampak banjir dan 1.843 kepala keluarga (KK) atau 5.907 jiwa. Kemudian jumlah warga yang dievakuasi sebanyak 238 orang.