MEDAN, HETANEWS.com - Warga dan keluarga dari Iwan, pria yang tewas ditembak polisi saat penangkapan narkoba beberapa waktu lalu, protes dan berunjuk rasa di Mapolres Pelabuhan Belawan, Medan. Mereka meminta, polisi yang menembak Iwan alias Nasib ditindak.

Kuasa hukum keluarga Iwan, Sumerson mengatakan aksi itu didasari atas keresahan warga. Utamanya karena ada beberapa versi, di mana pihak keluarga merasa tidak bersalah, dan pihak polisi juga serupa.

"Sehingga kita di sini mau menyampaikan peristiwa sebenarnya. Supaya Polres Pelabuhan Belawan tidak melakukan tebang pilih," ucapnya, Jumat (18/11/2022).

"Siapa yang bersalah harus ditindak tegas. Proses penangkapan itu kan ada SOP-nya. Lantas mengapa sewenang-wenang seperti itu. Apakah polisi diberikan kuasa secara brutal? Kan tidak. Semua ada aturannya," tambahnya.

Pihaknya menganggap kronologi versi kepolisian tidak masuk akal. Sebab, menurutnya tidak mungkin seseorang yang sedang dipiting kepalanya tiba-tiba ditembak di bagian leher.

Baca juga: Aniaya Tahanan hingga Tewas, Oknum Polisi di Medan Dituntut 8 Tahun Bui

"Kalau mau tindakan pencegahan, seharusnya ada penembakan di titik tertentu seperti kaki. Bukan ke leher, karena tujuannya itu untuk membunuh," jelasnya.

Oleh karena itu, pihak keluarga ingin peristiwa itu diusut tuntas. Polisi yang melakukan penembakan yakni Bripka Rudi Simamora harus ditindak tegas.

Bahkan mereka menuding ada oknum polisi yang diduga bandar narkoba di kawasan Belawan. Dia meminta Kapolres Pelabuhan Belawan tak melindungi oknum polisi tersebut.

Keluhan warga dan keluarga Iwan ini pun direspons oleh Wakapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Sukarman. Dikatakan, aspirasi warga diterima.

"Kami dari Polres Pelabuhan Belawan menerima aspirasi yang diberikan kuasa hukum Iwan. Kami sedang tangani perkara ini dan perkembangan nanti akan diinformasikan," ucapnya.

Baca juga: Kasus Iwan Nasib Ditembak Mati, Propam Polda Sumut Janji Segera Periksa 3 Polisi Pelabuhan Belawan

Sumber: detik.com