JEPANG, HETANEWS.com - Inflasi Jepang pada Oktober 2022 melaju ke level tertinggi sejak 40 tahun terakhir, didorong melemahnya mata uang yen yang membuat meningkatnya biaya komoditas impor.

Jumat (18/11/2022) indeks harga konsumen (CPI) jepang, yang tidak termasuk harga makanan segar yang bergejolak tetapi termasuk energi, naik 3,6 persen tahun ke tahun pada Oktober, dibandingkan dengan kenaikan 3,5 persen yang diperkirakan oleh para ekonom.

Ini juga menegaskan bahwa pertumbuhan CPI tetap di atas sasaran inflasi Bank of Japan (BoJ) sebesar 2 persen selama tujuh bulan berturut-turut.

Meskipun tekanan harga meluas, yang menjadi kekhawatiran bagi rumah tangga adalah ketika bank sentral Jepang memutuskan untuk tidak mengikuti tren global dalam hal pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga.

Adapun, Gubernur bank sentral Jepang Haruhiko Kuroda pada Kamis (17/11) menegaskan kembali janji untuk mempertahankan stimulus moneter guna mendukung ekonomi yang rapuh di saat menghadapi inflasi yang masih lemah dan terhuyung-huyung akibat penurunan Covid-19.

Kuroda berpendapat bahwa biaya impor komoditas global merupakan separuh dari faktor kenaikan harga dan inflasi.

“Inflasi konsumen Jepang kemungkinan akan mencapai 3 persen untuk akhir tahun fiskal saat ini hingga Maret mendatang, tetapi kecepatannya akan turun menjadi setengahnya di tahun depan karena komoditas dan faktor pendorong biaya lainnya berjalan dengan sendirinya,” kata Kuroda.

Sebagai tanda bahwa subkontraktor berjuang dengan tekanan harga grosir, indeks harga barang perusahaan (CGPI) pun melonjak 9,1 persen pada Oktober tahun ini.