SIANTAR,HETANEWS.com - Sudah lebih dari 14 hari terhitung sejak tanggal 31 Oktober 2022, petunjuk P-19 jaksa belum mampu dipenuhi penyidik Polresta Siantar. Terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan M dan I terhadap saksi korban Ulina br Damanik.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Robert Damanik yang dihunjuk Kajari untuk menangani kasus tersebut ketika ditemui Hetanews.com, Kamis (18/11/2022) membenarkan hal itu.

"Udah mau 20 hari P-19 kami belum dikembalikan penyidik Polres. Padahal petunjuk kami hanya syarat materil dan unsur-unsur yang ringan untuk dipenuhi,agarbefkas tersebut bisa dinyatakan lengkap," kata Robert.

Sementara itu, salah seorang keluarga korban Fendi Damanik mengatakan, sangat menyesalkan kinerja penyidik Polresta Siantar. Cuma untuk membekas kasus penganiayaan saja, mereka lambat dan terkesan tak mampu.

Buktinya, P-19 saja sudah melewati batas waktu 14 hari tidak dijawab Polres.

Mantan Ketua PWI Simalungun itu mengharapkan polisi sebagai pengayom masyarakat dapat memberikan rasa kenyamanan kepada masyarakat apalagi korban.

Sebelumnya, korban Uliana br Damanik menjadi korban penganiayaan. Ia telah membuat laporan pengaduan dengan STTLP/B/349/X/2021/SPKT/RES.P.SIANTAR tanggal 15 Oktober 2021.

Dalam laporan tersebut, saksi pelapor menjadi korban penganiayaan oleh I dan M dkk pada Senin, 11 Oktober 2021 sekira pukul 14.00 wib di Jalan Diponegoro Kelurahan Proklamasi Siantar Barat.

Kasus tersebut sudah hampir 1 tahun tak tuntas.Fendi Damanik mengharapkan agar Kapolres Siantar segera menyelesaikan kasus tersebut untuk memberikan kepastian hukum dalam perkara tersebut.