HETANEWS.com - Pada awal pekan ini, pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengeklaim telah menemukan titik terang terkait kasus satu keluarga yang tewas mengering di sebuah rumah di Kompleks Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat. Namun, pihak kepolisian masih belum membeberkan secara gamblang titik terang yang dimaksud.

"Tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakbar memperoleh titik terang dalam penyelidikan berdasarkan metode penyelidikan induktif maupun deduktif," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi kepada wartawan, Selasa (15/11/2022).

Pada hari ini, Kamis (17/11/2022), menurut Hengki, tim gabungan dari Rumah Sakit Polri, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Universitas Indonesia melaksanakan kegiatan pendalaman dan melengkapi pemeriksaan terhadap empat jenazah satu keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres. Pendalaman itu dilakukan dalam rangka mencari keindetikan dengan bukti-bukti yang di temukan di lapangan.

"Para ahli terdiri atas, ahli patologi anatomi, ahli forensik medikolegal, ahli toksikologi, ahli DNA. Bertempat di kamar jenazah RS Sukanto," ujar Hengki, Rabu (16/11/2022).

Sementara ahli psikiatri dan psikologi forensik juga akan melaksanakan pendalaman secara komprehensif terhadap profil empat jenazah tersebut. Lalu juga dalam kurun waktu beberapa hari ini kita sudah melaksakan penyelidikan secara intensif baik yang sifatnya induktif dari TKP, maupun secara deduktif.

Selain itu, kata Hengki, pihaknya juga mencari sebab kematian dan juga motif daripada pristiwa ini. Karena itu pihaknya juga berkoordinasi dengan absifor asosiasi psikologi forensik. Lalu tim daripada psikiatri dan psikologi forensik akan bekerja untuk mem-profiling secara lengkap terhadap keempat koran atau pun pristiwa yang terjadi di Kalideres

"Insya Allah kita akan temukan, untuk mengetahui motif yang sebenarnya dari peristiwa ini. kemudian dari laboratourium forensik secara induktif juga sudah meneliti danbm sore nanti akan kita teliti ulang untuk memastikan karena memang harus hati-hati betul terhadap penanganan kasus ini," jelas Hengki.

Empat jasad yang merupakan satu keluarga dalam sebuah rumah di Kompleks Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, ditemukan pada Kamis (10/11/2022). Keempat jasad tersebut ditemukan tewas dalam kondisi mengering itu masing-masing bernama Rudyanto Gunawan (71) dan sang istri bernama Margaretha Gunawan (58). Lalu anaknya yang bernama Dian (40) dan yang terakhir yakni ipar dari Rudyanto bernama Budyanto Gunawan.

Sementara itu hasil autopsi menunjukkan, waktu meninggal dunia keempat orang itu berbeda-beda. Paling lama, ada yang meninggal dunia sejak tiga pekan lalu. Kemudian hasil dari autopsi tidak ditemukan adanya zat atau unsur makanan di organ dalam keempat korban.

Dokter forensik bersiap melakukan olah TKP penemuan empat jasad di Perumahan Citra Grand Extension, Kalideres, Jakarta, Rabu (16/11/2022). Tim gabungan dari Inafis Polri, Puslabfor Bareskrim Polri, Dokter Forensik, Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat melakukan olah TKP untuk menyelidiki kasus penemuan empat jasad yang tewas mengenaskan. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan memastikan bahwa sangat kecil kemungkinan penyebab kematian empat orang yang merupakan satu keluarga di sebuah rumah Kalideres, Jakarta Barat akibat kelaparan. Mengingat, tempat tinggal keluarga tersebut berada di kompleks yang tergolong berada.

"Jadi jauh dari kemungkinan kekurangan makanan. Memang bisa dikatakan ini bukan karena mati kelaparan, tetapi ada penyebab lain,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2022).

Namun, Zulpan belum dapat membeberkan perihal dugaan penyebab kematian keempat orang tersebut. Alasannya, hingga kini, penyidik masih terus bekerja untuk membuat kesimpulan terkait penyebab kematian para korban.

"Masih kita lakukan pendalaman secara scientific crime investigation untuk bisa mengetahui secara ilmiah penyebab kematian keempat orang itu," tutur Zulpan.

Pakar di bidang kriminologi Universitas Indonesia (UI), Adrianus Eliasta Sembiring Meliala menilai, kecil kemungkinan frustrasi atas kondisi perekonomian menjadi penyebab kematian empat orang dalam satu keluarga di Kalideres. Justru, menurutnya, kondisi kelaparan itu disengaja oleh korban sebagai persiapan kematian mereka.

Salah satu dugaan Adrianus adalah para korban penganut paham Apokaliptik. Dengan kondisi kelaparan yang disengaja itu, tujuannya untuk membuat diri menderita demi suatu kenikmatan di kemudian hari.

“Jadi mungkin mirip dengan kelompok yang mati massal di Guyana atau yang melakukan sesajian massal di pinggir laut dan malah disapu ombak semua. Karena kematian adalah tujuan akhir, maka mereka tidak takut,” ujar Adrianus, kepada wartawan, Senin (14/11/2022).

“Kalau cuma menunggak listrik atau jual rumah, itu mah kecil. Kemungkinan itu bagian dari persiapan untuk 'berangkat' tersebut,” ungkap Adrianus.

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah keluarga yang ditemukan tewas di dalam rumah Kompleks Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat pada awal pekan ini, sejumlah buku ditemukan oleh tim penyidik. Namun, buku-buku yang ditemukan itu disebut tidak ada kaitannya dengan paham atau sekte tertentu.

"Enggak ada sekte-sekte. Buku-buku ada, tetapi enggak ada sekte-sekte. Masih dipelajari. Bukan sekte kok, buku biasa," kata Kanit Reserse Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendy saat dihubungi wartawan, Senin.

Menurut Avrilendy, dalam olah TKP pihaknya memang mengambil sejumlah barang milik para korban untuk diteliti. Pengamanan barang bukti itu dilakukan dalam rangka rangkaian penyelidikan untuk mengungkap kebenaran dalam kasus tewasnya satu keluarga itu.

"Ya secara garis besar hampir sebagian besar barang-barang yang ada di kamar, di ruangan, kita keluarkan semua. Kita kumpulin dan datakan," ungkap Avrilendy.

Sumber: republika.co.id