SIANTAR - Majelis hakim Pengadilan Negeri Pematang Siantar diketuai R Manullang SH menjatuhkan vonis bervariasi 3 pengedar sabu asal Simalungun.

Terdakwa Amir als Cungli (47) dihukum 11 tahun sebelumnya dituntut 12 tahun oleh jaksa. Sedangkan Yogi Julfebri (27) dan Anggriawan Sitorus Pane (33) masing masing dihukum 9 tahun. Sebelumnya dituntut jaksa masing masing selama 11 tahun.

Selain pidana penjara, ke-3 terdakwa juga didenda masing masing 2 Milyar. Jika denda tidak dibayar diganti pidana penjara 6 bulan.

Demikian vonis hakim dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum di PN Siantar, Kamis (17/11/2022). Para terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (2) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Barang bukti sebanyak 43 Gram sabu, diantaranya sebanyak 13,88 gram disita dari terdakwa Yogi dan Anggriawan dan 30,72 gram dari terdakwa Cungli dinyatakan dimusnahkan.

Menurut hakim, terungkapnya peredaran narkotika ini ketika terdakwa Yogi dan Anggriawan bermaksud akan mengantarkan sabu pesanan Pandu (DPo). Berangkat dari rumahnya di Syahkuda Bayu, terdakwa Yogi dan Anggriawan disuruh Pandu bertemu dengan Doni (DPo) di jalan Kartini.

Lalu keduanya diajak Doni ke rumahnya di Jalan Taurus Kelurahan Bah Kapul pada 2 Juni 2022. Tiba di rumah Doni langsung ditangkap Satres Narkoba Polres Siantar Syamuel Simorangkir dkk.

Setelah diinterogasi, keduanya mengaku mendapatkan sabu dari Amir als Cungli. Sehingga Cungli berhasil ditangkap di rumahnya di Syahkuda Bayu Simalungun tanpa perlawanan.

Cungli mengaku mendapatkan sabu sabu dari Pleo (DPo) di Jalan Pancing Medan. Sabu tersebut lalu dibawa ke rumahnya dengan naik bus Paradep. Sampai di rumahnya, ia bersama Yogi membagi sabu menjadi 10 paket menggunakan timbangan digital.

Lalu Yogi dihubungi Anggriawan karena ada pembeli sabu di Siantar. Begitulah ketiga pengedar sabu ini diproses hukum.

Atas putusan hakim, para terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Erwin Purba dan Morris Nadapdap menyatakan masih pikir-pikir.