SIANTAR - Jaksa Barry Sihombing menuntut terdakwa M Ripilino Alia Lino (44) selama 8 tahun. Denda Rp.1,5 Milyar subsider 6 bulan penjara. Ia dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

"Menuntut pidana penjara selama 8 tahun dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani," sebut jaksa disidang PN Simalungun, Rabu (16/11/2022).

Lino, terbukti belanja sabu sebanyak 5 gram seharga Rp 3 juta, dengan rincian Rp.600 ribu/gram. Sabu sebanyak itu dibeli dari Yudi (DPO) pada Minggu tanggal 19 Juni 2022 sekira pukul 16.00 Wib, bertempat di Jalan Umum Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang.

Lalu sabu tersebut dibagi menjadi beberapa paket di rumah adiknya di Huta V Marihat Bandar. Setelah dihubungi oleh pembeli, terdakwa memasukkan sabu ke dalam paket kecil dengan harga Rp 100 ribu/paket.

Warga Huta VI PKS Sei Mangke Kecamatan Bosar Maligas itu pun ditangkap pada Selasa, 21 Juni 2022. Petugas M Yunus Manurung, Paiduk Lumbanraja dan A Sibarani yang telah mendapatkan informasi langsung menggerebek rumah adiknya.

Setelah ditangkap, polisi menyita barang bukti (BB) sebanyak 6 paket sabu seberat 6,02 gram bong, dan puluhan plastik klip kosong.

Lino dalam persidangan didampingi pengacara Josia Manik dari Posbakum PN Simalungun. Ia pun memohon kepada hakim agar diberi hukuman atau vonis yang seringan-ringannya.

Alasannya, terdakwa merupakan tulang oeunggungvkekurah yang harus bekerja menghidupi kebutuhan keluarganya. Selain itu, terdakwa juga menyesali perbuatannya.

Untuk pembacaan putusan, ketua majelis hakim Golom Silitonga didampingi hakim anggota Yudhi Dharma dan Widiastuti menunda persidangan hingga Selasa (22/11/2022).