SIMALUNGUN - Kepala Dinas Pendidikan Simalungun Zocson Silalahi dicopot dari jabatannya buntut surat edaran Disdik yang menyinggung umat islam.

Zocson meminta maaf kepada pimpinan Ormas Islam dan pimpinan Forkopimda dalam konferensi pers di Gedung MUI jalan Asahan, Selasa (15/11/2022).

Zocson mengklarifikasi dan menyatakan permohonan maaf atas surat edaran Nomor 420/3085/4.3.1/2022 tertanggal 20 Oktober 2022.

Menurutnya, surat tersebut tidak ada maksud menyinggung atau menista agama lain.

Maksud tujuan tersebut semata mata merupakan niat tulus ikhlas untuk memberikan motivasi kepada seluruh guru/siswa yang mulai turun tingkat kedisiplinannya.

"Dari hati yang paling dalam dan dengan tulus tidak ada maksud dan tujuan saya untuk menyinggung ajaran agama manapun. Karena hal itu murni saya lakukan atas inisiatif saya untuk kembali membangkitkan semangat dan disiplin para guru di Kabupaten Simalungun," katanya.

Sementara itu, Kepala BKD Sudiahman Saragih menjelaskan jika Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga telah mengambil tindakan tegas.

Zocson dicopot dari jabatannya sebagai Kadisdik menjadi staf di Sekretariat Daerah Pemkab Simalungun.

Selanjutnya, kata Sudiahman, Bupati menghunjuk Kadis Sosial Pemkab Simalungun Sakban Saragih menjadi Plt Kadisdik.

Wakil Ketua Umum MUI H Chairul Anwar menghimbau kepada seluruh umat Islam khususnya yang berada di Kabupaten Simalungun dan sekitarnya untuk tetap menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

"Mari kita sampaikan kepada Jamaah dan saudara saudara kita untuk tetap menjaga kerukunan dan hidup berdampingan. Karena ada 2 cara memaafkan dan berlapang dada. Membuat kita lebih ikhlas dan hidup lebih baik dalam bermasyarakat," katanya.

Kapolres Simalungun Ronald Sipayung mengharapkan pertemuan tersebut menjadi momentum yang sangat penting demi tetap menjaga toleransi kerukunan antar umat beragama khususnya di Kabupaten Simalungun.

"Pertemuan ini menjadi pintu maaf bagi kita semua khususnya warga Muslim di Simalungun dan sekitarnya. Dalam forum ini dapat memberikan kepastian, jawaban atas permintaan maaf tersebut," katanya.

Media sebagai sarana untuk menyampaikan informasi, kata Ronald, diharapkan dapat menghindari asumsi liar yang dapat memecah belah umat.

"Sampaikan hal positif bagaimana hubungan sosial, hubungan masyarakat tetap terjalin dengan baik. Menjaga Kamtibmas menjadi tanggungjawab kita bersama," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, pimpinan Al Washliyah Amrin Syam Simamora, Pengurus BKPRMI, Zulham Siregar, Pengurus IKEIS, Pimpinan Muhammadiyah dan Ketua FKUB Simalungun menyatakan kesediaan memaafkan persoalan itu, dan mengajak menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Simalungun.