JAKARTA, HETANEWS.com - Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menekankan kalau Indonesia berhasil menjadi salah satu akselerator pertumbuhan ekonomi di kancah dunia. Alasannya, Indonesia jadi satu-satunya negara ASEAN yang jadi anggota The Group of 20 atau G20.

Dia menekankan, dengan salah satu capaian ini, Indonesia mampu membantu pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Sehingga mampu bersanding dengan negara-negara maju di kancah global.

"Sebagai satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota tetap G 20. Indonesia mampu mengadvokasi ekonomi negara maju dan berkembang di kancah global. Pada saat yang sama, Indonesia memiliki tradisi panjang dalam mengadvokasi berbagai suara di meja perundingan," ujarnya dalam B20 Summit Indonesia, Senin (14/11/2022).

Dia menerangkan kalau Indonesia memiliki beberapa kelebihan. Misalnya, Indonesia sebagai produsen komoditas utama di dunia, kemudian menampung 95 persen lapangan pekerjaan yang berdasar pada UMKM. Di sisi lain, Indonesia juga sebagai negara yang memiliki 17.000 pulau.

"Dan meskipun Indonesia adalah ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, Indonesia juga menjadi rumah bagi 100 juta orang yang tidak memiliki akses perbankan," paparnya.

"Jadi bagaimana kita menjembatani perbedaan kita dan mendorong konsensus? Saya akan jujur, itu tidak selalu mudah, tetapi untuk nilai-nilai fundamental Indonesia yang memungkinkan kita untuk menjembatani perbedaan ini dan terus maju," tambah Arsjad Rasyid.

Seluruh keberhasilan ini bukan tanpa sebab. Arsjad menyebut ini bisa dicapai dengan dua konsep utama. Yakni, Gotong Royong dan Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya ini bisa menjaga stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan selama 20 tahun terakhir.

"Kami telah berusaha keras untuk membawa rasa persatuan dan aksi kolaboratif ke tahun-tahun ini antara tahun-tahun sebelumnya dan tahun ini. Dengan dukungan semua orang yang terlibat. Saya yakin kami telah berhasil," bebernya.

Hilirisasi Tambang

Chair B20 Indonesia Shinta Wijaya Kamdani dan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasyid. Pertemuan bisnis dalam G20 atau disebut B20 telah mencapai puncak pembahasan. Nantinya, berbagai hasil yang didapat akan disetor ke tingkat kepala negara di Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Bali, 15-16 November 2022.

Isu pemanfaatan energi tambang jadi salah satu hal penting dalam forum bisnis atau B20 menjelang Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Indonesia. Ini ada kaitannya dalam menjaga ketahanan energi secara global.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasyid menegaskan komitmen tersebut. Utamanya dalam proses pemanfaatan bahan tambang yang mengarah pada hilirisasi industri.

Topik ini jadi salah satu pesan penting yang disampaikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Ini disampaikan dalam puncak forum bisnis atau B20 Summit sejak 13-14 November 2022.

"Jangan lupa, ada hal penting yang disampaikan pak Luhut bahwa manajemen berkelanjutan dari sumber daya alam adalah hal kunci untuk mengejar pertumbuhan ekonomi," kata dia dalam B20 Summit, Senin (14/11/2022).

"Indonesia tak boleh, dan tak akan lagi bergantung pada bahan mentah pertambangan, tapi kita akan fokus pada pengembangan hilirisasi industri," tegasnya.

Arsjad mengatakan, di hari pertama B20 Summit kemarin memberikan kesimpulan-kesimpulan penting. Utamanya mengenai kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta.

"Dimana pemerintah dan pebisnis bersama-sama menjadi katakisatir untuk membuka investasi di dalam negeri," ungkapnya.

Peran Pemerintah ke Sektor Bisnis

Bahan Bakar Biodiesel B40 Siap Didistribusikan (Kementerian ESDM)

Pada kesempatan yang sama, Ketua B20 Indonesia Shinta Widjaja Kamdani menyampaikan kalau ada peran pemerintah dalam akselerasi bisnis. Termasuk dalam mengembangkan peluang di isu-isu prioritas yang dibahas.

Diantaranya Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ketiganya, kata Shinta, menjadi sektor-sektor yang memiliki peluang pengembangan bisnis.

Sementara itu, juga diukung berbagai kebijakan dari sisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dipimpin Mahendra Siregar.

"Kita memulai dialog kuat dengan 4 menteri, seperti disampaikan pak Arifin kalau ada sektor energi punya peran penting ke sektor pariwisata dan ketenagakerjaan, dimana ini juga diamini oleh Pak Sandi. Sementara pak Budi juga mengungkap peluang untuk investasi di sektor kesehatan yang juga didukung oleh pak Mahendra," ungkapnya.

"Melihat semua dukungan yang ada membuat saya menjadi kebih yakin kalau inisiatif ini bisa menjadi lebih nyata," tambahnya.

Disetor ke Kepala Negara di KTT G20

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa Indonesia siap menerima para tamu dan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) yang akan digelar di Bali pada 15-16 November 2022. Hal ini disampaikan Jokowi usai meninjau secara langsung sejumlah tempat yang akan dijadikan lokasi penyelenggaraan KTT G20, Selasa (8/11/2022).

Pertemuan bisnis dalam G20 atau disebut B20 telah mencapai puncak pembahasan. Nantinya, berbagai hasil yang didapat akan disetor ke tingkat kepala negara di Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Bali, 15-16 November 2022.

Chair B20 Indonesia Shinta Wijaya Kamdani menyampaikan kalau dalam puncak B20 sudah dibahas mengenai kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta. Hal ini, menjadi titik baru yang dibahas di Presiden G20 Indonesia.

"Kali ini kit akan fokus pada rekomendasi kebijakan dan program-program turunan. Kita punya banyak diskusi yang akan diarahkan oleh pemimpin bisnis dan pemimpin organisasi global untuk mendorong proses pengermangan di B20-G20," kata dia dalam B20 Summit Indonesia, Senin (14/11/2022).

Selanjutnya, Shinta mengatakan, setelah beragam bahasan, kesimpulan nantinya akan disampaikan ke tingkat kepala negara. Dengan begitu, akan disampaikan juga dalam forum di tingkat kepala negara atau KTT G20.

"Kita akan menyampaikan komunike untuk nantinya mendorong aksi dari para pemimpin G20," ujarnya.

Dia menambahkan, kalau dokumen komunike atau kesepakatan bersama ini akan dilanjutkan ke perhelatan G20 kedepan, yakni kepada India. Dengan begitu, bahasan sektor bisnis negara G20 akan terus berlanjut.

"Kami harap hubungan erat yang dibangun dalam beberapa bulan terakhir ini bisa dilanjutkan kedepannya," kata Shinta.

Sumber: liputan6.com