HETANEWS.com - Satu keluarga yang tewas di Perumahan Citra Garden Extension 1, Kalideres, Jakarta Barat, diduga sudah lama tak makan. Hal ini diketahui berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pasma Royce, mengatakan di dalam lambung keempat mayat yang ditemukan tidak terdapat makanan sama sekali. Dokter forensik juga menyebut keempatnya sudah meninggal 3 minggu yang lalu.

"Jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter labfor bahwa mayat ini (ketika mereka masih hidup) tidak makan dan minum cukup lama," katanya kepada wartawan, Jumat (11/11).

Polisi juga menyebut, empat jasad tersebut mengalami penyusutan otot. Hal ini diduga terjadi akibat dehidrasi.

"Berdasarkan keterangan dari dokter forensik bahwa di dalam lambungnya tidak ada isi makanan. Artinya ini sudah berlangsung dengan beberapa waktu lalu tidak mengkonsumsi makanan dan otot-ototnya ini sudah mengecil," ucap Royce. "Artinya ini ada kekurangan dehidrasi sehingga tubuhnya kering dan atau mumifikasi."

Manusia bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum bergantung pada banyak faktor

Berapa lama sebenarnya manusia bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum? Dijelaskan HealthLine, ini akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk usia dan kesehatan setiap individu.

Kita tahu, makan dan minum sangat penting bagi kehidupan manusia. Tubuh membutuhkan energi dari sumber makanan dan hidrasi dari air agar tubuh berfungsi dengan baik. Banyak sistem dalam tubuh bekerja secara optimal dengan pola makan yang bervariasi dan asupan air yang cukup setiap hari.

Tubuh kita juga ternyata mampu bertahan selama berhari-hari tanpa makan dan minum. Bahkan bisa sampai berminggu-minggu hingga berbulan-bulan hanya minum air saja.

Dibutuhkan sekitar 24 jam bagi tubuh untuk mengubah cara menghasilkan energi. Dalam keadaan normal dan sehat, tubuh akan memecah makanan menjadi glukosa. Glukosa menyediakan energi bagi tubuh. Selama 24 jam pertama tanpa makan, penyimpanan glukosa akan habis, tubuh akan mulai mengubah glikogen dari hati dan otot menjadi glukosa.

Di hari kedua tanpa makanan, glukosa dan glikogen habis. Tubuh akan mulai memecah jaringan otot untuk menyediakan energi. Namun, tubuh juga dirancang untuk menghemat otot. Jadi, fase ini memberikan energi sementara saat metabolisme membuat perubahan besar.

Untuk mencegah kehilangan otot berlebih, tubuh mulai mengandalkan simpanan lemak untuk membuat keton dan mengubahnya menjadi energi, proses yang dikenal sebagai ketosis. Selama 5 hari pertama tanpa makanan, seseorang mungkin kehilangan 1 hingga 2 kilogram berat badan setiap hari.

Sebagian besar penurunan berat badan ini terkait dengan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Selama beberapa minggu kelaparan, perubahan dalam tubuh biasanya menyebabkan penurunan berat badan menjadi rata-rata 0,3 kilogram per hari. Semakin banyak simpanan lemak yang tersedia, semakin lama seseorang bisa bertahap hidup.

Setelah simpanan lemak sepenuhnya di metabolisme, tubuh kemudian memecah otot untuk energi, karena itu satu-satunya sumber bahan bakar yang tersisa dalam tubuh. Kamu akan mulai mengalami gejala buruk selama kelaparan berlangsung, di mana tubuh menggunakan cadangan otot untuk energi.

Dengan asupan air yang cukup, beberapa orang dapat bertahan hidup tanpa makan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Meski begitu, belum diketahui secara pasti berapa lama orang bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum. Menurut catatan, manusia bisa bertahan 8 hingga 21 hari tanpa asupan apapun. Perkiraan ini didasarkan pada peristiwa di mana orang bisa selamat saat tersesat atau dikubur hidup-hidup.

Yang pasti, ketika kamu kelaparan, banyak sistem tubuh akan mulai memburuk. Beberapa gejala yang bakal dialami termasuk:

Pingsan

Pusing

Tekanan darah rendah

Detak jantung lambat

Lemah

Dehidrasi

Sakit perut

Serangan Jantung

Kegagalan organ

Sumber: kumparan.com