MEDAN, HETANEWS.com - Segerombolan oknum polisi menyerang kemudian menganiaya nakes dan sekuriti Rumah Sakit Bandung di Jalan Mistar Medan. Tidak berselang lama, pelaku langsung diamankan.

Aksi anarkis polisi yang baru saja lulus itu terjadi pada Minggu (6/11) subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Selang beberapa jam kemudian, Polda Sumut mengumumkan telah menangkap lima orang oknum polisi yang melakukan penganiayaan itu.

"Ada lebih dari lima orang yang sudah diklarifikasi penyidik Polrestabes Medan dan Propam Polda," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi dikonfirmasi, Senin (7/11) kemarin.

Hadi memastikan, lima orang yang ditangkap itu adalah oknum polisi. Setelah ditangkap, pelaku kemudian menjalani pemeriksaan di Propam. "Iya, mereka polisi. Proses Propam sedang berjalan," sebut Hadi.

Nampaknya waktu tiga hari belum cukup untuk menaikkan status pelaku penganiayaan itu sebagai tersangka. Hingga saat ini oknum polisi itu masih berstatus terperiksa, belum tersangka.

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak memperbaharui jumlah anggotanya yang terlibat penganiayaan itu, semula lima menjadi tujuh orang. Panca kemudian menjelaskan bahwa pelaku saat ini sudah ditempatkan di tempat khusus.

"Tapi proses hukum tetap berjalan. Mereka sekarang ditempatkan pada tempat khusus di sel," sebut Panca di Medan, Kamis (10/11/2022).

Panca menyebut anak buahnya itu pun saat ini masih berstatus terperiksa. Mereka masih mengikuti mekanisme melalui hukum disiplin dan kode etik. "Terperiksa, karena kita mekanismenya melalui hukum disiplin dan kode etik," ujar Panca.

Sejauh ini, polisi yang terlibat atas kasus penganiayaan terhadap perawat RS Bandung itu telah berjumlah tujuh orang dari sebelumnya lima. "Tujuh (yang) di patsus," ujar Panca.

Ketujuh oknum tersebut yakni Bripda TI, Bripda JAH, Bripda ALP, Bripda M F, Bripda PF, Bripda Y A dan Bripda DS.

  • RS Bandung Diserang Segerombolan Polisi

Kasus ini pertama kali diungkap oleh anggota DPRD Sumut Rudy Hermanto. Politisi PDIP itu menyebut ada segerombolan oknum polisi yang menyerang RS Bandung di Jalan Mistar Medan.

RS Bandung sendiri milik Bendahara PDIP Sumut, Meirahta Sitepu. Rudy mengatakan aksi anarkis segerombolan orang yang menyerang RS Bandung terjadi pada Minggu (6/11) pagi.

"Tadi pagi, subuh, kami mendapatkan kabar adanya penyerangan sekelompok oknum gerombolan manusia yang mendatangi rumah sakit ini, mengganggu, dan memukuli," kata Rudy dalam video yang diterima detikSumut, Minggu (6/11). Pernyataan dari Rudy ini sudah mendapatkan izin untuk dikutip.

Dalam video itu, Rudy sedang bersama sejumlah orang yang diduga menjadi korban penyerangan. Dia mengatakan ada dokter yang luka-luka karena menjadi korban dalam peristiwa itu. "Adik ini saksi, pegawai atau paramedis, ada juga saya dengar dokter yang dipukuli," sebut Rudy.

Dia pun menyampaikan kecamannya terhadap peristiwa ini. Dia menyebut, tidak seharusnya terjadi penyerangan di rumah sakit. "Pada situasi yang sangat menyeramkan atau situasi perang sekalipun rumah sakit adalah tempat yang tidak boleh dilakukan penyerangan oleh siapapun, perang sekalipun," tuturnya.

Baca juga: Kapolda Temui Keluarga Korban yang Dianiaya 7 Polisi di RS Bandung