JAKARTA, HETANEWS.com - Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyinggung soal eksistensi buzzer dalam kontestasi politik. Ia menegaskan bahwa adanya media sosial seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan kebaikan.

Ia menyebutkan ada pihak tertentu yang memanfaatkan media sosial untuk memecah belah masyarakat.

"Pemanfaatan medsos yang harusnya kebaikan, tapi sekarang dikelola jadi alat pemecah belah. Ada bagian yang kemudian senang gunakan politik pecah belah," katanya di sebuah diskusi di Jakarta pada Kamis (10/11/2022).

Ia menyebutkan bahwa Demokrat punya komitmen untuk tidak menggunakan politik pecah belah. Menurutnya, tindakan tersebut sangat jahat karena menggadaikan sekaligus mempertaruhkan nasib bangsa hanya untuk kepentingan elektoral.

"Kami di Parpol ini nggak pernah bahas itu, nggak pernah jadikan itu bahan diskusi sebagai cara meraih kemenangan. Ternyata kan ada yang dapat keuntungan finansial, ekonomi dan keuntungan elektoral," ucapnya.

"Apalagi mencari sesuap nasi. Ada nih yang cari sesuap nasi pakai narasi pecah belah.

Saya nggak bilang buzzer atau Ade Armando. Jangan jadi sosok hipokrit, dalam kicauan anti politik identitas, tapi jadikan politik identitas bahan dagangan. Ini paling hina," sambungnya.

Herzaky mengajak masyarakat untuk melawan orang tertentu yang memanfaatkan isu politik identitas untuk memecah belah masyarakat. Menurutnya, pemilu kedepan harus berjalan dengan baik dan menggembirakan.

"Kita ingin Pemilu jalan baik, jujur dan adil, luka masa lalu bisa ilang. Bukan dioles oles lagi, itu sudah masa lalu, ada perbedaan apa biasa saja. Jangan berlebihan, santai aja. Nanti juga akan bergabung lagi," pungkasnya.

Sumber: populis.id