HETANEWS.com - Mendikbud Ristek Nadiem Makarim merespons perihal terhambatnya pengangkatan SK hingga pemberian gaji kepada puluhan ribu guru yang sudah lolos Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pihak Kemendikbud menyebut hal itu disebabkan sejumlah daerah menarik formasi yang telah ditetapkan pemerintah sebelumnya.

"Kami tidak pernah bilang ini sempurna, ini PPPK paling banyak mengambil waktu seluruh tim Kemendikbud, pagi, siang, malam, menyelesaikan masalah ini, sangat rumit karena banyak pihak dan dependensi di setiap langkah yang dilakukan," ujar Nadiem saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X, Kamis (10/11).

"Harapan saya semua bersabar dan beroptimis karena dengan segala kegaduhan dan kecewa di luar, tetapi kenyataannya sampai akhir ini hampir 600 ribu guru honorer akan jadi PPPK, sudah menerima formasi dan mayoritas daripada itu akan menerima gajinya," lanjutnya.

Dalam rapat tersebut, Komisi X mendesak agar Kemendikbud dapat segera memenuhi kebutuhan formasi guru, paling lambat Desember tahun ini.

Namun, Nadiem menyebut dirinya tidak bisa menjanjikan hal tersebut. Ia pun berkomitmen akan mengupayakan perbaikan-perbaikan, di antaranya menerima dan menindaklanjuti masukan soal pengangkatan guru dan pemberian gaji dari Pemerintah Pusat.

Sebab, pihaknya menerima laporan bahwa sejumlah Pemda mengaku tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengangkat para guru yang telah lolos PPPK di daerah setempat.

"Banyak sekali permintaan dan desakan mensentralisasi pengangkatan guru PPPK dan transfer gajinya langsung dari pusat. Ini tentunya akan jadi wacana yang kami bawa dari meeting ini, kami bawa dan diskusikan, akan terus kami coba apa solusi yang bisa dihasilkan dari diskusi dengan KemenPANRB dan Kemenkeu," ungkapnya.

"Mohon bersabar memang enggak akan puas, tapi tahun depan ada yang lebih banyak puas, dan tahun berikutnya sedikit yang enggak puas. Mohon kesabaran semua pihak karena belum pernah sebanyak ini dan sebesar ini yang menjadi PPPK dalam berpuluh-puluh tahun," tandasnya.

Sumber: kumparan.com