SIANTAR HETANEWS.com - Ditemukan sekitar 726 bilyet uang palsu sepanjang tahun 2021-2022 di wilayah kerja KPw BI Pematang Siantar yang meliputi Sisi Batas Labuhan (Siantar, Simalungun, Batubara, Asahan, Tanjung Balai, Labuhan Batu, Labura dan Labusel).

Tahun 2021 sebanyak 422 bilyet dan 304 bilyet tahun 2022. Dengan pecahan 100, 50, 20 dan 10.

Demikian dikatakan Teuku Munandar Kepala Perwakilan Bank Indonesia didampingi Deputy Abdul Haris pada acara edukasi Cinta,Bangga, Paham Rupiah (CBPR) di aula Mapolresta Siantar, Selasa (8/11/2022).

Aparat penegak hukum diminta menindak tegas dan menghukum pelaku pencetak ataupun pengedar Upal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sesuai UU No.7 tahun 2011 tentang mata uang.

Sedangkan data temuan upal nasional, tahun 2021 sebanyak 310.282 bilyet dan tahun 2022 (s.d.Okt) sebanyak 576.855 lembar/bilyet.

"Sebagai informasi, uang Rupiah salah satu uang yg memiliki tingkat keamanan terbaik di dunia (lebih dari 10 security features)," kata Munandar.

Meski demikian, masih saja orang berupaya membuat uang palsu.

Teuku Munandar juga menjelaskan bahwa Bank Indonesia sebagai Bank sentral dan lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UUD 45 merupakan satu satunya lembaga yang berwenang melakukan mengeluarkan, mengedarkan dan/atau menarik/mencabut uang rupiah.

Munandar juga mengatakan jika pada bulan Agustus 2022, Bank Indonesia telah mengeluarkan uang baru Tahun Emisi (TE).

Dalam 7 pecahan kertas dengan nilai tetap hanya warna dan ukuran yang berbeda dari uang TE 2016. Dengan INTAN ( lebih Indah, lebih Tahan, lebih Aman.

Fandi Wardana dan Michael Tampubolon sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut mengedukasi keluarga besar Polresta Siantar tentang ciri ciri keaslian uang rupiah.

Bertransaksi cepat, mudah, murah,aman dan handal melalui Qris (Quick Response code Indonesia Standar). Juga bangga menggunakan Rupiah untuk bertransaksi.

Kapolres Pematang Siantar AKBP Fernando sangat mengapresiasi implementasi CBPR yang dilaksanakan Bank Indonesia. Kepada seluruh jajarannya dihimbau untuk selalu menggunakan uang rupiah dalam setiap bertransaksi.

"Karena Rupiah merupakan simbol kedaulatan bangsa, yang artinya harus kita cintai dan bangga menggunakannya," kata Fernando.

Kapolres juga memastikan jika ada temuan uang palsu yang beredar di wilayah kerjanya pasti akan ditindak tegas. Melalui jalur hukum sesuai peraturan perundang-undangan.

"Jika ditemukan kasus yang palsu, maka pelakunya akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia Pematangsiantar memberikan cenderamata kepada Kapolres juga berbagai souvernir di acara tanya jawab.