HETANEWS.com - Amerika Serikat (AS) menegaskan kembali komitmen dukungannya terhadap solusi dua negara (two-state-solution) dalam menyikapi konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.

Pernyataan ini muncul di tengah menghangatnya hubungan AS dan Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam sebuah percakapan melalui telepon pada Sabtu (5/11), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa komitmen untuk mengakui Palestina dan Israel sebagai dua negara berdaulat tetap dipegang teguh.

“Blinken dan Abbas juga membahas upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Palestina dan meningkatkan keamanan dan kebebasan mereka,” bunyi pernyataan dari Kementerian Luar Negeri AS, seperti dikutip dari The New Arab.

“Blinken menggarisbawahi keprihatinannya yang mendalam atas situasi di Tepi Barat, termasuk meningkatnya ketegangan, kekerasan, dan hilangnya nyawa di sisi Palestina dan Israel, serta menekankan perlunya semua pihak untuk segera meredakan situasi,” sambung isi pernyataan itu.

Pernyataan ini juga tak lepas dari kekhawatiran pihak Palestina, sejak eks perdana menteri Benjamin Netanyahu yang merupakan sosok pembela Negara Yahudi garis keras, kembali ke tampuk kekuasaan pada pekan lalu.

Perdana menteri terlama Israel itu berhasil memenangkan pemilu yang digelar pada Kamis (3/11).

Selama 12 tahun pemerintahannya, ia tidak pernah terlibat dalam pembicaraan damai secara substantif dengan pihak Palestina dan cenderung tidak mendukung solusi dua negara.

Pria berusia 73 tahun ini terkenal dengan pidatonya yang berisi ujaran kebencian terhadap rakyat Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Debbie Hill/Pool/REUTERS

Dengan diangkatnya kembali Netanyahu sebagai perdana menteri, maka Israel kemungkinan memiliki pemerintahan paling konservatif dalam sejarah Negara Yahudi.

Di sisi lain, ketika hasil pemilu terakhir diumumkan, momen ini tak lepas dari melonjaknya kekerasan terhadap rakyat Palestina sepanjang 2022.

Di hari yang sama ketika pemilu digelar, empat warga Palestina tewas oleh pasukan Israel di Yerusalem timur yang dianeksasi dan Tepi Barat yang diduduki. Sehari setelahnya, jet tempur Israel mengebom Jalur Gaza.

“Langkah itu diduga sebagai tanggapan atas roket yang ditembakkan ke arah Israel, salah satunya dicegat sementara tiga lainnya tewas dalam ledakan di wilayah Jalur Gaza,” lapor Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF).

Sumber: kumparan.com