SIANTAR, HETANEWS.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Pematang Siantar melakukan Edukasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah (CBPR) divkantor Kejari Siantar, Senin (7/11/2022).

Narasumber Suarmin Sitorus dan Fandi Wardana, Michael Tampubolon dalam kesempatan itu mengedukasi keluarga besar Kejari Siantar yang terdiri dari pegawai honorer, pegawai, jaksa dan para Kasi tentang ciri ciri keaslian uang rupiah.

Bertransaksi cepat, mudah, murah,aman dan handal melalui Qris (Quick Response code Indonesia Standar). Juga bangga menggunakan Rupiah untuk bertransaksi.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Teuku Munandar menyebutkan jika sebagai bank sentral merupakan satu satunya lembaga yang berwenang melakukan mengeluarkan, mengedarkan dan pencabutan uang rupiah.

Bank Indonesia sebagai Bank sentral dan lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UUD 45 yang dituntut menjaga kestabilan perekonomian.

"Bank Indonesia dengan Kejaksaan sama sama sentral dalam menjaga kedaulatan bangsa. BI menjaga kedaulatan perekonomian dan kejaksaan menjaga kedaulatan di bidang keamanan khususnya dalam penegakan hukum dari mulai penyidikan hingga penuntutan di pengadilan sesuai UU No.16/2014," kata Munandar.

Munandar juga mengatakan jika pada bulan Agustus 2022, Bank Indonesia telah mengeluarkan uang baru Tahun Emisi (TE). Dalam 7 pecahan kertas dengan nilai tetap hanya warna dan ukuran yang berbeda dari uang TE 2016.

Uang TE 2022 lebih Indah, lebih Tahan, lebih Aman (INTAN) dan di desain khusus bagi Pertuni (Persatuan tuna netra Indonesia) lebih baik lagi dari sebelumnya.

Uang Rupiah memiliki tingkat pengamanan paling tinggi, meski demikian masih banyak orang yang memalsukan. Sehingga penindakan oleh kepolisian dan kejaksaan diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku.

Kajari Siantar Jurist Pricesely sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Bank Indonesia yang sudah mengedukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah bagi keluarga besar Kejaksaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kajari mengharapkan Bank Indonesia Pematang Siantar memberikan kerjasama. Khususnya tentang barang bukti (BB) uang untuk melihat keasliannya.

"Karena kami kurang paham tentang keaslian uang rupiah sehingga bisa dibantu dalam kasus uang palsu yang dijadikan barang bukti," ungkap Pricesely.