JAKSEL, HETANEWS.com - Ismail Bolong mengaku ditekan mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan agar membuat video soal uang setoran terkait tambang batubara ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Adrianto. Pengacara Hendra Kurniawan, Henry Yosodiningrat, buka suara terkait pengakuan eks anggota Polres Samarinta, Kalimantan Timur itu.

Henry Yoso mengaku belum mengetahui soal pengakuan Ismail Bolong itu. Namun dia berbicara soal orang yang menimpakan kesalahan kepada kliennya, Hendra Kurniawan.

"Demi Allah saya nggak tau-menau, tapi saya pikir betapa mudahnya orang menimpakan kesalahan kepada Hendra ketika dia dalam keadaan tidak berdaya dan tidak memiliki kekuasaan," kata Henry Yoso kepada wartawan, Minggu (6/11/2022).

Henry Yoso kemudian mengungkit Ismail Bolong yang mengklarifikasi bahwa dia ditekan ketika Hendra Kurniawan sudah dipecat dari polri. Hendra Kurniawan diketahui telah diberhentikan tidak dengan hormat (PDTD) dari Polri karena terbukti bersalah dalam kasus perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.

"Bahkan dalam keadaan (Hendra Kurniawan, red) sudah dipecat," katanya.

Perihal pernyataan Ismail Bolong ini, Henry Yoso belum berbicara dengan Hendra Kurniawan. Karena itu, dia belum mengetahui respons dari Hendra Kurniawan.

"Saya nggak tahu dan nggak pernah ngobrol soal itu dengan Hendra," katanya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Ismail Bolong mencabut testimoninya yang mengaku menyetor uang hasil pengepulan ilegal penambangan batubara ke Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto. Dia mengaku ditekan Brigjen Hendra Kurniawan, yang saat itu menjabat Karo Paminal Divpropam Polri, untuk membuat video testimoni tersebut.

Video klarifikasi Ismail Bolong ini didapatkan detikcom dari Menko Polhukam Mahfud Md. Mahfud turut menyampaikan bahwa Ismail Bolong telah meralat pengakuannya menyetor Rp 6 miliar ke Kabareskrim.

"Terkait video Ismail Bolong bahwa dirinya pernah menyetor uang miliaran rupiah kepada Kabareskrim, maka setelah diributkan Ismail Bolong meralat dan mengklarifikasi," kata Mahfud Md kepada wartawan, Minggu (6/11).

Baca juga: Hendra Kurniawan soal Banding Vonis Pemecatan di Sidang Etik Polri: Sudah Lupa