ACEH, HETANEWS.com - Banjir bandang menerjang Kabupaten Aceh Tenggara. Akibatnya, 189 rumah warga rusak. Banjir juga menyebabkan dua orang warga meninggal dunia.

Demikian dikatakan oleh Kepala Pelaksana BPBA Ilyas melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kamis (3/11/2022).

"Ada 189 rumah warga rusak, lima jembatan penghubung antar desa putus total, pagar Puskesmas jebol dan beberapa kerusakan fasilitas umum lainnya," katanya.

Ilyas mengatakan, banjir bandang mulai terjadi sejak Minggu 30 Oktober 2022, dan terus berulang dalam tiga hari terakhir akibat curah hujan tinggi.

Ada sembilan kecamatan yang diterjang banjir, yaitu Kecamatan Babussalam ada dua desa, Lawe Alas ada lima desa, Babul Rahmah ada enam desa, Darul Hasanah enam desa, Bambel empat desa, Lawe Sigala-Gala dua desa, Ketambe tiga desa, Bukit Tusam tiga desa, dan Tanoh Alas satu desa.

"Hujan memicu terjadinya banjir yang menggenangi rumah warga, pasar, hingga menyebabkan jebolnya beberapa tanggul," ujarnya.

Ia menjelaskan, data sementara korban terdampak sebanyak 1.846 jiwa dalam 466 kepala keluarga (KK).

"Pengungsi masih dalam pendataan. Dua korban meninggal dunia akibat terseret arus banjir, yaitu Samine (55) dan Siah Indah (15)," jelasnya.