SIANTAR, HETANEWS.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firdaus Maha dari Kejaksaan Negeri Siantar menuntut hukuman 18 tahun penjara terhadap terdakwa berinisial RS (42) warga Kota Siantar yang terbukti mencabuli anak kandungnya.

Tuntutan jaksa tersebut dibacakan dalam persidangan tertutup untuk umum yang digelar secara online di Pengadilan Negeri Siantar, Kamis (3/11/2022).

Selain pidana penjara, pria asa Tomuan itu juga didenda Rp 1 milyar, jika tidak mampu membayar denda diganti hukuman 6 bulan kurungan.

Jaksa menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 81 ayat (3) UU No 17 tentang PERPU No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2022 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang undang.

Menurut jaksa dan sesuai fakta persidangan, terdakwa RS terbukti mencabuli putrinya sebut saja Dina (nama samaran) yang masih berusia 16 tahun. Perbuatan itu diduga dilakukan terdakwa di dalam warung, rumah, kamar dan ruang tv.

Terungkapnya kasus ini, ketika anak korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada seorang pendeta karena mengaku sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan ayahnya itu.

Sehingga Pendeta berpendapat agar hal tersebut dilaporkan kepada ibu kandungnya.

Akhirnya sang ibu melaporkannya ke Polres dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Atas tuntutan jaksa tersebut, pengacara Erwin Purba akan mengajukan nota pembelaan secara tertulis.

"Karena anak korban sudah memaafkan dan hal tersebut diungkapkan dalam persidangan, maka kami akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis ," kata Erwin.

Persidangan dipimpin Majelis hakim diketuai R Manullang akan dilanjutkan kembali pada Rabu (9/11/2022) dengan agenda persidangan pembacaan pledoi.