HETANEWS.com - Ketua RT Gedang Asin, Agustiono yang turut dilibatkan dalam penggeledahan itu mengatakan, dirinya dimintai oleh petugas kepolisian untuk mendampingi proses penggeledahan di wilayahnya.

"Saya dimintai menyaksikan sekitar jam 13.00 WIB (siang). Penggeledahan pergudangan 44 Mutiara Margomulyo," kata Agus kepada wartawan, Rabu (2/11).

Menurut Agus, kepolisian mengamankan 1 orang dalam penggeledahan itu. Namun, ia tak mengetahui secara pasti siapa terduga teroris itu karena tidak dihadirkan dalam proses penggeledahan. Dia mengeklaim bahwa terduga teroris tersebut bukan warga Margomulyo.

"Seorang pekerja. Saya kurang jelas hanya menyaksikan saja. Bukan warga sini. Cuma memang ngekos di Tanjung Sari," ujarnya.

Saat penggeledahan, lanjut Agus, ada beberapa anggota polisi dan tim Forensik dari Polda Jatim. Mereka juga dikawal polisi dengan senjata lengkap.

"Anggota Polda dari pihak Forensik. Pakai pakaian polisi, preman ada, ada bawa senjata," imbuhnya.

Dia menyebut, ada beberapa barang yang sempat dibawa oleh pihak polisi seperti HP saat dirinya menyaksikan penggeledahan itu.

"Pengamanan barang-barang mungkin punya pemilik seperti HP dibawa, tidak ada buku dan bendera. Kalau di kosnya saya enggak tahu," tuturnya.

Agus menambahkan, ketika penggeledahan tadi, tak ada terduga teroris tersebut yang diamankan oleh polisi.

"Terduga tidak ada dihadirkan waktu penggeledahan. Cuma di sini dimintai tolong untuk menyaksikan pemberkasan. Mungkin terduga sudah diamankan, saya enggak tahu orangnya, apa penyebabnya juga enggak tahu," tandasnya.

Sumber: kumparan.com