JAKSEL, HETANEWS.com - Momen terakhir yang tak biasa dari Brigadir Yosua Hutabarat diungkap kekasihnya, Vera Maretha Simanjuntak. Ada percakapan lewat telepon saat Yosua menceritakan ada masalah dan meminta Vera untuk mencari kekasih baru.

Hal itu diungkapkan Vera dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). Vera awalnya ditanya oleh jaksa soal Yosua pernah bela diri silat atau karate.

Jaksa lalu bertanya apakah Yosua pernah kasar selama berpacaran. Vera menyebut tidak pernah.

"Tahu kalau Yosua pernah silat atau karate? Selama saudara pacaran, pernah kasar tidak?" tanya jaksa.

"Tidak pernah," jawab Vera.

Jaksa lalu bertanya lagi apakah Yosua melakukan sesuatu tindakan saat ribut dengan Vera. Lalu Vera menjawab tidak pernah.

"Ada tidak tindakan yang dilakukan Yosua kalau berantem?" tanya jaksa.

"Tidak pernah," jawab Vera.

Jaksa kemudian bertanya apakah Yosua pernah ribut-ribut dengan sesama koleganya. Vera menyebut tidak pernah.

"Selama 8 tahun pacaran, pernahkah Yosua berantem dengan sesama koleganya?" tanya jaksa.

"Tidak pernah," jawab Vera.

Dalam sidang itu, jaksa juga sempat memperlihatkan tangkapan layar video call Vera bersama Yosua. Majelis hakim awalnya bertanya terkait komunikasi Vera dengan Yosua. Vera menjelaskan Yosua pernah bercerita ada masalah yang sedang dihadapi.

Setelah itu, giliran jaksa yang bertanya. Jaksa menampilkan foto tangkapan layar video call antara Yosua dan Vera.

"Tiba-tiba dia telepon saya 21 Juni. Jam 12 malam, kemudian dia bertanya 'lagi di mana, Dek?'. 'Lagi di rumah, Bang, nggak dinas?', 'Abang ada masalah, Dek'," kata Vera saat menceritakan isi percakapan saat video call tersebut.

Yosua Ungkap Ada Masalah
Selain itu, Vera juga mengungkap percakapan telepon dengan Yosua sebelum meninggal. Yosua saat itu berbicara tengah ada masalah.

"Tiba-tiba dia telepon saya 21 Juni, (pukul) 12 malam. Kemudian dia bertanya, 'Lagi di mana, Dik', (dijawab Vera), 'Lagi di rumah, Bang'. (Vera tanya) 'Nggak dinas?', (jawab Yosua), 'Abang ada masalah, Dik'," kata Vera menirukan obrolannya dengan Yosua, saat sidang kasus pembunuhan berencana Yosua, PN Jakarta Selatan.

Vera mencoba membujuk Yosua menceritakan masalah tersebut. Namun Yosua enggan menceritakan hal tersebut kepada dirinya, bahkan kepada keluarganya. Yosua menyebut biar dirinya saja yang menanggung masalah tersebut sendiri.

"Dia bilang, 'Abang ada masalah, Dik. Nggak bisa cerita masalah ini, baik ke Mama, baik ke Bapak, baik ke Reza, Kak Yuli, atau ke Adik. Saya sendiri," tutur Vera.

"Saya jawab, 'Masalah apa, Bang? Ceritalah, jangan dipendam sendiri', (jawab Yosua), 'Nggaklah, Dik. Biarlah aku yang nanggung ini semua'," ujarnya.

Alih-alih bercerita, Yosua justru bertanya kepada Vera kenapa masih menunggu dia. Yosua meminta Vera tidak menunggu dirinya dan mencari serta menikahi laki-laki lain. Hal tersebut lantas ditolak Vera.

"Terus dia bilang lagi, 'Kenapa kau masih nunggu Abang, Dik?'. Terus saya bilang, 'Kan saya sayang sama Abang'. (Yosua bicara) 'Bukalah, Dik, hatimu buat laki-laki lain. Nikah, punya anak kalian, bahagia'," tutur Vera.

"Nggak mau saya bilang. Aku maunya nikah sama Abang, Abang diem aja. Abang nggak sayang lagi ya sama Adik," imbuhnya.

Setelah Vera mengatakan hal tersebut, Yosua lalu meminta telpon disudahi dengan alasan dadanya sakit dan mau istirahat. Saat itu Vera menyarankan untuk menelepon adik Yosua, Bripda Mahareza Rizky Hutabarat, untuk mengantarkan obat, namun ditolak Yosua.

"Terus dia bilang, 'Dadaku sesak, Dik. Aku mau tidur saja'. (Vera tanya), 'Memang sakit? Aku telepon Adik Reza ya buat antar obat buat Abang'. (Yosua jawab) 'Nggak, Dik'. Aku 'Tidur sana'. Saya suruh dia tidur," pungkasnya.

Yosua tewas ditembak di rumah dinas Sambo, Jumat (8/7) sore. Peristiwa itu awalnya disebut tembak-menembak yang diawali pelecehan terhadap istri Sambo, Putri Candrawathi.

Namun belakangan, terungkap semua cerita awal hanyalah karangan Ferdy Sambo belaka. Polisi pun menetapkan 11 orang sebagai tersangka.

Kasus ini kemudian masuk ke meja hijau. Berikut daftar terdakwa di kasus ini:

Terdakwa pembunuhan berencana:

1. Ferdy Sambo
2. Putri Candrawathi
3. Bharada Richard Eliezer
4. Bripka Ricky Rizal
5. Kuat Ma'ruf

Terdakwa kasus ITE merusak bukti CCTV atau merintangi penyidikan pembunuhan:

1. Ferdy Sambo
2. Brigjen Hendra Kurniawan
3. Kombes Agus Nurpatria
4. AKP Irfan Widyanto
5. Kompol Chuck Putranto
6. AKBP Arif Rahman Arifin
7. Kompol Baiquni Wibowo

Baca juga: Ditanya Apakah Bisa Menerima Reza Sebagai Pengganti Brigadir J, Begini Jawaban Vera Simanjuntak