HETANEWS.com - PT Wilmar Nabati Asahan Serang (KITW) mampu memproduksi minyak goreng dengan volume 900 ton per hari. Pabrik minyak goreng tersebut merupakan salah satu pabrik yang dibangun di Kawasan Industri Terpadu Wilmar di Serang, Banten, selain pabrik lainnya yakni pabrik beras, margarin, biodiesel, hingga tepung.

Business Unit Head PT Multimas Nabati Asahan Serang Wilmar Goup Tenang Sembiring menjelaskan, dari 1.500 ton Refiner Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO), bisa menghasilkan 800-900 ton minyak goreng.

Adapun merek dagang yang dihasilkan adalah Sania, Fortune, dan Sovia. Dari produksi minyak goreng tersebut, dihasilkan produk sampingan berupa RBD Palm Stearin yang akan diolah menjadi margarin.

Intip Pabrik Minyak Goreng Kawasan Industri Wilmar, Produksi 900 Ton/hari Dilengkapi Pelabuhan Foto: Dok. Istimewa

Produksi minyak goreng di KITW ini, akan memasok kebutuhan di wilayah Jabodetabek. Adapun pabrik tersebut merupakan salah satu dari beberapa pabrik Wilmar yang tersebar di Indonesia.

"Pabrik di Gresik untuk (memasok wilaya) Timur, Palembang untuk Sumatera Selatan, Dumai untuk wilayah Riau, Medan untuk Medan," ujarnya ketika media tour di KITW, Jumat (28/10).

Pabrik Wilmar Dilengkapi Fasilitas Pelabuhan

Dalam area kawasan industri tersebut juga beroperasi pelabuhan yang menjadi jalur logistik untuk keperluan produksi pabrik. Tenang menjelaskan, CPO yang sampai di pelabuhan akan diuji lab sebelum diangkut ke tangki penyimpanan. Pelabuhan ini, berkode keamanan internasional atau The International Ship and Port Facility Security Code (ISPS).

Intip Pabrik Minyak Goreng Kawasan Industri Wilmar, Produksi 900 Ton/hari Dilengkapi Pelabuhan Foto: Dok. Istimewa

"Pelabuhan kita area ISPS, jadi kalau enggak ada itu, kapal-kapal ekspor enggak mau sandar, ini jaminan mereka di sini," kata Tenang.

Pengangkutan CPO tersebut melalui pipa yang terbentang dari pelabuhan hingga tangki penyimpanan sejauh 6 km, selain itu juga diangkut manual menggunakan kendaraan. Ke depan, Wilmar akan menambah kapasitas pipa yang saat ini porsinya hanya 25 persen dari total kapasitas. Namun, nilai investasinya tidak murah.

"Butuh dana Rp 2 juta satu meter (pipa), tinggal kali 6 Km. Itu satu pipa, kita 4 pipa. Produktivitas kita juga belum terlalu banyak," jelasnya.

Kawasan Industri Terpadu (KITW) Wilmar di Serang, Banten. Foto: Akbar Maulana/kumparan

Perusahaan kini juga berinvestasi pada energi bersih, di antaranya seperti menggunakan kendaraan listrik untuk mobilitas pekerja. Selain itu, pipa CPO pada pelabuhan juga akan ditingkatkan untuk menekan emisi dari penggunaan kendaraan angkut.

Adapun soal CPO yang didapatkan Wilmar untuk produksi minyak goreng di pabrik ini, Tenang mengelak saat disinggung Wilmar memiliki banyak PKS dan menguasai industri minyak goreng dari hulu ke hilir.

"PKS kita ini sedikit. 90 persen kita beli CPO. Bagaimana kami menguasai pasar, CPO kami beli," pungkasnya.

Sumber: kumparan.com