JAKARTA, HETANEWS.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) menerbitkan aturan yang mengatur persyaratan wajib tambahan dan sertifikat kompetensi teknis, sebagai tambahan nilai seleksi kompetensi teknis bagi 30 jenis jabatan fungsional (JF) dalam pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, atau PPPK 2022.

Daftar jenis jabatan fungsional yang memerlukan persyaratan sertifikat kompetensi tersebut terangkum pada Keputusan Menteri PANRB Nomor 970/2022.

Deputi bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB Alex Denni menjelaskan, pada aturan tersebut, pemerintah juga membuka peluang bagi pelamar dengan pengalaman kerja paling singkat 2 tahun.

"Kemudian terhadap JF teknis, kita juga sudah siapkan kemungkinan untuk memasukan formasi untuk jenjang pemula, terampi, ahli pertama, ahli muda, ahli madya dengan requirement yang ditetapkan lewat Kepmen yang sudah kita keluarkan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/10/2022).

Pada diktum Pertama Keputusan Menteri PANRB Nomor 970/2022, disebutkan setiap pelamar yang melamar pada jabatan fungsional dalam pengadaaan PPPK wajib memiliki pengalaman paling singkat 2 tahun di bidang kerja yang relevan untuk jenjang pemula, terampil, dan ahli pertama.

Sementara untuk jenjang ahli muda, pelamar harus memiliki pengalaman di bidang kerja yang relevan dengan jabatan yang dilamar paling singkat 3 tahun.

Bagi pelamar yang telah bekerja di bidang kerja relevan selama paling singkat 5 tahun, dapat melamar pada jenjang ahli madya. Selain syarat lamanya pengalaman pada bidang kerja relevan, para pelamar beberapa jabatan fungsional diminta mencermati persyaratan wajib tambahan.

Calon pelamar PPPK juga bisa memperoleh tambahan nilai dengan bobot antara 5-25 persen dengan menyertakan sertifikat yang jenisnya telah ditentukan dalam Keputusan Menteri tersebut.

Daftar lengkap persyaratan wajib tambahan dan nama/jenis sertifikat dapat dilihat pada lampiran Keputusan Menteri PANRB Nomor 970/2022 tentang Persyaratan Wajib Tambahan dan Sertifikasi Kompetensi sebagai Penambahan Nilai Seleksi Kompetensi Teknis Dalam Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional Teknis.

Alex Denni berpesan kepada seluruh calon pelamar PPPK dan masyarakat untuk tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan.

"Kami minta agar masyarakat tidak sungkan, tidak ragu untuk melaporkan pada kami jika ada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Keberhasilan menjadi abdi negara hanya bisa terwujud dengan usaha dan doa Anda," tandasnya.

Bocoran Soal Rekrutmen PPPK Guru 2022, Cek di Sini

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN, Suharmen mengungkapkan jumlah soal dan sistem penilaian pada penyelenggaraan rekrutmen PPPK.

Dia menjelaskan semua soal rekrutmen PPPK ada 145 soal, diantaranya seleksi kompetensi teknis 90 soal, seleksi kompetensi manajerial 25 soal, seleksi kompetensi sosial kultural 20 soal, wawancara 10 soal.

Jika anda benar dalam menjawab soal seleksi ketemu teknis akan mendapat nilai masing-masing soal 5 point dan jika tidak menjawab akan mendapatkan nilai 0, maksimal nilai sebanyak 450.

Sementara untuk kompetensi manajerial nilai ini tidak fix karena yang dilihat adalah kecenderungan anda di dalam melaksanakan sistem manajemen, jadi nilai ini dalam bentuk range hingga nilai 4.

"Kalau kecenderungan anda sangat baik maka anda akan mendapatkan nilai 4. Tapi kalau jauh dari ekspektasi maka anda akan mendapatkan nilai 1. Anda tidak akan mendapatkan nilai jika tidak dijawab. Saran kami kalau anda tidak memahami soalnya, maka dijawab saja, paling tidak mendapatkan nilai 1," ujar Suharmen, Jakarta, Kamis (27/10/2022).

Kemudian untuk kompetensi sosial kultural juga sama penilaian dalam bentuk range dari 1 hingga 5. Jika anda menjawab menggambarkan pribadi anda sosialita, yang betul2 mampu orang-orang yang mampu beradaptasi dengan masyarakat.

"Karena kita mengharapkan asn ini adalah juga sekaligus orang yang mampu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, tapi juga mampu beradaptasi dengan baik kepada masyarakat," jelas dia.

"Jika anda tidak mengerti harus dijawab, setidaknya mendapatkan nilai 1 point," tandas pejabat BKN ini.

Tes Wawancara

Untuk wawancara juga menggunakan range 1 hingga 4 yang dilihat kecenderungan. Apabila kecenderungannya baik dan sesuai ekspektasi sesuai yang diharapkan pemerintah maka tentu akan mendapatkan nilai maksimal 4.

Di sisi lain, pengerjaan soal diberikan waktu selama 120 menit untuk umum, sedangkan untuk penyandang disabilitas 150 menit. untuk sesi wawancara peserta umum diberi waktu 10 menit, kemudian penyandang disabilitas 15 menit. Total keseluruhan dalam waktu pengerjaan semua soal untuk umum 130 menit dan disabilitas 165 menit.

"Keseluruhan maksimal nilai dari semua soal dan wawancara sebanyak 690 nilai," tambahnya.

Sumber: liputan6.com