SIANTAR,HETANEWS.com - Terdakwa Liharmansyah Saragih (27), warga jalan Pdt.JW Saragih Kelurahan Tanjung Pinggir Siantar Martoba, akhirnya diadili di Pengadilan Negeri Siantar, Kamis (27/10/2022).

Pelaku pembunuhan sadis ini dijerat dengan pasal berlapis oleh JPU Selamat Riyadi Damanik. Primer dan subsideritas melanggar pasal 340, 338, 353 ayat (3) dan 351 ayat (3) KUH tentang perencanaan pembunuhan ataupun penganiayaan berat yang mengakibatkan matinya orang. Dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Pelaku nekat menghabisi korban Rosida Damanik, perempuan yang sudah dipacari terdakwa sejak lama. Dengan cara menyayat bagian leher sebanyak 3 kali menggunakan pisau cutter.

Lalu menyumpal mulut korban dengan kain secara paksa menggunakan kayu. Memasukkan ranting kayu ke lobang hidung juga memasukkan kayu ke bagian vital korban.

Perbuatan keji yang terjadi pada Minggu, 10 Juli 2022 itu dilakukan terdakwa karena kesal. Terdakwa merasa dihianati oleh korban yang sudah dengan sengaja bersetubuh bersama pria lain di hadapan terdakwa.

Siang itu, korban datang ke rumah kostnya bersama seorang laki laki tak dikenal dan temannya saksi Yuliana. Korban langsung masuk ke kamar bersama laki laki tersebut, sedangkan terdakwa berada di ruang tamu.

Terdakwa mendengar suara desahan korban dan mengintip perbuatan korban dengan laki laki tersebut, sehingga terdakwa menangis.

Setelah keluar kamar, korban mengajak terdakwa mandi mandi di lokasi pemandian Pulau Batu (Pulbat). Karena sudah emosi dan marah, terdakwa membawa pisau cutter di dalam tasnya.

Sampai di lokasi Pulbat Sibatu Batu Kelurahan Bah Sorma Siantar Sitalasari terjadi pertengkaran mulut dan penganiayaan. Korban lah yang lebih dulu menjambak dan memukul dan menggigit terdakwa.

Sehingga terdakwa membalasnya dengan memukul,menjambak dan mencekik korban. Saat korban terjatuh, kesempatan itu digunakan terdakwa menyayat leher korban sambil menjambak rambutnya.

Mendengar korban masih mengorok, terdakwa menyumpal kain ke mulut korban, memasukkan ranting kayu ke hidung dan ke bagian alat vital korban.

Tubuh korban diselimuti daun kering. Pisau cutter dan pakaian dalam korban dibuang ke semak semak.

Selanjutnya terdakwa menyerahkan diri ke Polisi dengan mengatakan "Pak,saya menyerahkan diri karena saya sudah membunuh pacar saya,".

Demikian dakwaan jaksa dan dibenarkan terdakwa. Sehingga pengacara Erwin Purba dan Tommy Saragih dari Posbakum yang mendampingi terdakwa dalam persidangan tidak mengajukan eksepsi.

Untuk selanjutnya, persidangan dipimpin hakim Renni P Ambarita, Nasfi Firdaus dan Katherin Siagian dinyatakan ditunda hingga Kamis (3/11/2022). Dengan agenda pembuktian, mendengarkan keterangan saksi-saksi.