SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Candra Susiswa (57) disebut sebut pernah menjadi Camat di salah satu Kecamatan di Simalungun, menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Simalungun. Ia didakwa jaksa melakukan penggelapan mobil dan diadili Rabu, (26/10/2022).

Berstatus PNS aktif, ia beralamat di Jalan Enggang 70 Kelurahan Siantar Barat. Candra didakwa menggadaikan satu unit mobil Xenia yang ia rental.

Menurut jaksa Nova Ratna Ginting SH, perbuatan itu dilakukan terdakwa bekerjasama dengan Zulkarnaen (DPO) pada Rabu 17 Februari 2021 di Huta II Palia Borta Nagori Saribuasih Kecamatan Hatonduhan Simalungun.

Dengan cara pura-pura mengontrak Rp 5,5 juta per bulan, terdakwa menyuruh Zulkarnain mendatangi rumah korban Dingin Malau di Huta II Palia Borta dengan panjar Rp 5 juta.

Lalu satu unit mobil Xenia BK 1092 WL warna hitam metalik milik korban tersebut digadaikan terdakwa kepada orang lain seharga Rp 25 juta. Kemudian Candra memberikan upah kepada Zulkarnaen Rp. 1 juta.

Perbuatan terdakwa dijerat jaksa melanggar pasal 372 atau kedua pasal 378 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

Saksi Dingin Malau pada pokoknya membenarkan jika mobil yang dirental terdakwa sudah digadaikan tanpa sepengetahuan korban sebagai pemilik.

Usai persidangan, korban bersama beberapa orang lainnya juga mengaku sebagai korban. Kini kasus yang sama sudah dilaporkan ke Polresta Siantar.

"Kami korban juga, sudah banyak mobil yang direntalnya digadaikan. Tapi kami membuat laporan ke Polres Siantar karena saat kejadian lokasinya di sana," kata korban lainnya yang sengaja datang untuk melihat persidangan siang itu.

Korban juga mengatakan jika terdakwa ditangkap di Medan yang katanya mengontrak rumah. Sedangkan Zulkarnain itu juga PNs di Pemkab Simalungun.

"Di Medan si Candra ditangkap, cuma si Zulkarnain itu DPO tapi dia PNS juga di kantor Bupati," katanya.

Persidangan dipimpin hakim Golom Silitonga akan dilanjutkan Selasa (1/11/2022) untuk pembacaan tuntutan dari jaksa.