HETANEWS.com - Musim lalu, Xavi Hernandez memulai debut Liga Champions sebagai entrenador FC Barcelona pada matchday kelima fase grup (24/11/2021).

Bermain di kandang sendiri, Camp Nou, Barca dipaksa bermain seri tanpa gol oleh SL Benfica.

Hasil yang menempatkan Barca dalam situasi sulit dalam matchday pemungkas seiring harus menentukan nasib lolos ke fase knockout di kandang Bayern Munchen.

Barca kemudian kalah 0-3 oleh Bayern di Allianz Arena. Dengan demikian, Blaugrana merelakan Bayern dan Benfica sebagai dua tim yang melangkah ke babak 16 besar.

Situasi musim ini lebih rumit bagi Barca. Skuad Xavi terancam gagal lolos ke 16 besar pada matchday kelima dini hari nanti (27/10) WIB.

Bagaimana tidak, selain tuntutan mengalahkan Bayern di Camp Nou dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Champions TV 2/Vidio pukul 02.00 WIB), Barca berharap Inter tidak mengalahkan juru kunci Viktoria Plzen di Stadio Giuseppe Meazza.

Barca tidak diuntungkan karena kalah head-to-head dengan Inter (keok 0-1 di Meazza dan seri 3-3 di Camp Nou).

Artinya, Nerazzurri tetap berhak ke 16 besar seandainya setelah berakhirnya matchday kelima tetap memiliki keunggulan 3 poin seperti saat ini (Inter 7 poin, Barca 4 poin).

Yang perlu digarisbawahi, laga Inter dimainkan lebih dulu sebelum laga Barca. Jika Nerazzurri meraih kemenangan, Barca sudah dipastikan gagal sebelum melakukan kickoff.

Barca Universal menulis, Xavi memutuskan mengajak semua pemain yang masuk line-up pada laga dini hari nanti untuk menyaksikan laga Inter di ruang ganti. Tujuannya untuk membangun kebersamaan.

”Apa pun hasilnya (laga Inter, Red), pemain diminta tetap menegakkan kepala (saat menghadapi Bayern, Red),” tulis Barca Universal.

Seperti yang diungkapkan gelandang serang Barca Pedri. ”Meski peluang kami minimum, harapan kami tetap maksimum,’’ ucapnya kepada Marca.

Dalam kemenangan 4-0 atas Athletic Bilbao di La Liga akhir pekan lalu (24/10), Pedri dimainkan Xavi lebih ke depan alias wide attacker kiri.

Posisi Pedri diisi oleh gelandang Frenkie de Jong. Taktik tersebut membuat skema permainan Barca lebih dinamis. Bukan hanya 4-3-3, melainkan juga bisa 4-2-3-1 dengan De Jong dan kapten tim Sergio Busquets jadi double pivot.

Taktik yang diharapkan Xavi bisa menghambat permainan Bayern yang dominan di sentral permainan kalau mengacu laga di Allianz Arena (14/9). Dalam matchday kedua tersebut, Barca menyerah dua gol tanpa balas.

Sumber: jawapos.com