SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Perkumpulan masyarakat yang mengatasnamakan diri Partisipasi Hijau (PH) melaporkan kasus pencurian dan penebangan liar 29 batang pohon mahoni di jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Penebangan dan pencurian itu dilakukan oleh sejumlah OTK yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Dimana, keberadaan pohon mahoni yang berusia lebih 30 tahun itu sebagai jalur hijau.

Agusman Silaban mewakili PH mengatakan kasus penebangan dan pencurian itu mengakibatkan kerusakan lingkungan sebagaimana diatur dalam pasal 98 ayat (1) UU No 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dilain sisi kasus itu merupakan aksi pencurian sebagaimana diatur dalam pasal 362 KUHP dan dugaan tindak pidana korupsi.

"Dimana pohon mahoni yang berada di jalan merupakan asset negara. Ditanam oleh Pemkab Simalungun melalui Dinas PU," kata Agusman dalam keterangannya, Rabu (26/10/2022).

Pejabat setempat tutup mata

Agus menyesalkan sejumlah pejabat yang tak sensitif terhadap aksi pencurian dan penebangan liar itu. Sehingga pihaknya berinisiatif untuk melaporkan kasus tersebut.

"Dinas terkait misalnya, PUPR, Lingkungan Hidup Provsu, Camat, Pemkab dan Aparat Kepolisian tidak peduli soal ini. Padahal pencuriannya dilakukan ditempat umum, dan bukan kasus delik aduan," katanya.

Dari penelusaran PH, aksi penebangan diduga terjadi pada Minggu, 18 September 2022. Setelah ditebang, batang pohon kemudian dilansir.

"Sebagaimana pengakuan beberapa warga, penebangan dilakukan malam hari dan diangkut menggunakan mobil truk juga pickup Mitsubishi. Kami menduga oknum yang terlibat bukan orang biasa," katanya.

Sementara itu, Kajari Simalungun melalui Kasi Pidsus M Kenan membenarkan adanya Lapdu [Laporan Pengaduan] dari PH yang dilayangkan pekan lalu.

"Sudah kami terima [Lapdu]," kata Kenan.

Ia menjelaskan, pihaknya menunggu petunjuk lebih lanjut untuk melakukan telaah terhadap laporan tersebut.

Baca juga: Jaksa Pertanyakan Raibnya Puluhan Pohon Mahoni Di Jalan Asahan