HETANEWS

Curi 20 Pak Rokok, IRT Pasrah Divonis 1 Tahun

Simalungun, hetanews.com - Lamria br Siagian (45), warga Lumban Pardosi  Desa Parik, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) tampak pasrah dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Simalungun yang menghukumnya selama satu tahun penjara, Rabu (8/7/2015).

Bagaimana tidak, hukuman tersebut setidaknya sudah berkurang banyak dari dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Victor Purba SH yang sebelumnya menuntut selama 2 tahun. "Saya terima pak," ucap Lamria dengan nada rendah sambil menghela nafas panjang.

Hukuman satu tahun penjara, kata majelis hakim yang diketuai Tiares Sirait akan dikurangi dengan masa tahanan sementara yang akan dijalaninya. Menurut majelis hakim, Ibu Rumah Tangga (IRT) itu telah terbukti melakukan pencurian  rokok sebanyak 20 pak, diantaranya 5 pak rokok Sempurna, 5 pak rokok GP, 5 pak rokok Surya dan 5 pak rokok djisamsoe.

Majelis hakim juga mengaku sudah mempertimbangkan hal meringankan hukuman terdakwa yang masih memiliki anak dan menjadi tulang punggung keluarga, karena tidak bersuami lagi.

Sama dengan jaksa sebelumnya, majelis hakim juga berpendapat bahwa terdakwa telah terbukti melakukan pencurian sebagaimana diatur dalam pasal 362 KUHP.

Usai keluar dari ruang sidang, terdakwa hanya tertunduk saja. Selama berada di ruang tahanan sementara khusus wanita, Lamria tampak selalu termenung berdiri menatap keluar dari jendela kecil yang berjerejak.

Ketika wartawan berusaha mendekatinya, Lamria hanya menatap tanpa mau berkomentar dari balik jendela dengan posisi berdiri. Cukup lama Lamria berdiri dengan posisi berdiri di dekat jendela dengan tatapan kosong, lalu terduduk di ruang tahanan tersebut dan kembali termenung.

Diketahui, pencurian itu terjadi di toko milik Bornok Simanungkalit terletak di Jalan Pekan Tigaraja, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu (28/3/2015).

Awalnya, terdakwa pergi ke toko tersebut dan duduk di depan usaha milik korban. Sesaat mengamati sekitarnya, Lamria pun berjalan dan melihat kardus di depan toko itu.

Lamria mulai menggeser kardus dan mengangkatnya ke samping kiri toko, lalu memasukkannya ke karung plastik yang sudah disedikan sebelumnya. Lalu, Lamria berjalan ke arah jalan umum, tepatnya di persimpangan, meletakkan kardus tersebut dan pergi ke Ajibata.

Tak berapa lama, saksi Budi Sitorus yang merupakan pekerja di toko tersebut menghampirinya dan mempertanyakan dimana plastiknya. Namun, karena terdakwa terus membantah, akhirnya diajak ke toko Bornok untuk melihat CCTV yang merekam aksinya.

Setelah melihat isi CCTV, Lamria pun mengakui dirinya yang terekam tersebut, sembari memberitahukan lokasi kardus disimpan di persimpangan jalan menuju toko. Akibatnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,2 juta.

Penulis: res. Editor: aan.