SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Mudarif alias Bonak (54) warga Pasar Bawah Serbelawan Kelurahan Serbelawan Kecamatan Dolok Batunanggar, terbukti membeli sabu 4,88 gram untuk dijual lagi.

Ia dituntut 6 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 bulan penjara di sidang online Pengadilan Negeri Simalungun, Selasa (25/10).

Jaksa Dedy Chandra Sihombing SH menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 114 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 Tentang narkotika.

Faktanya kata jaksa, terdakwa ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun Paiduk Lumbanraja dkk pada Senin 6 Juni 2022 pukul 11.30 Wib di dalam rumahnya.

Selanjutnya terdakwa bersama barang bukti sabu 4,88 gram diserahkan ke Polres Simalungun. Sabu sebanyak itu menurut terdakwa ia beli seharga Rp 2,8 juta dari Madi Koco alias Koco (DPO) di gudang sawit Baglen Kota Tebing Tinggi dan sabu siap untuk dijual kembali.

Setelah kembali ke rumahnya, terdakwa mengemas sabu ke dalam 12 paket plastik klip dan menyimpannya di atas lemari ruang tengah.

Polisi yang sudah mendapat informasi tentang adanya penyalahgunaan narkotika sabu di dalam rumah terdakwa, lalu mengadakan penggrebekan dan menemukan sabu 12 paket.

Terdakwa mengaku akan mendapat keuntungan Rp 500 ribu per gram dalam jual beli sabu tersebut. Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa didampingi pengacara Josia Manik memohon agar hakim meringankan hukuman terdakwa dengan alasan sangat menyesal atas perbuatannya.

Untuk mendengar vonis majelis hakim diketuai Anggreana ER Sormin SH, persidangan dinyatakan ditunda hingga Senin (31/10/2022) mendatang.