HETANEWS.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengklaim mengantongi video kunci tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang terjadi pada 1 Oktober 2022.

"Video kunci yang kami dapatkan semakin memiliki titik terang," kata Komisioner Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Senin (24/10).

Anam mengatakan video yang diperoleh dari hasil pemantauan dan penyelidikan tersebut telah dibandingkan dengan rekaman CCTV atau kamera pengintai yang juga didapat di pintu yang sama.

"Kami semakin menyakini bahwa persoalan utamanya dalam tragedi Kanjuruhan adalah gas air mata," ucap dia.

Rekaman video kunci yang diperoleh tim Komnas HAM telah disandingkan secara detail dengan rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan termasuk mencocokkan keterangan waktu hingga bukti yang sangat kuat di pintu 13 stadion.

Atas dasar itu, Komnas HAM semakin yakin dengan sejumlah bukti yang diperoleh usai menyandingkan video kunci dengan rekaman CCTV di pintu 13 stadion.

"Dengan CCTV pintu 13 itu semakin menambah tebal keyakinan kami bahwa persoalan utamanya gas air mata yang membuat banyaknya korban jiwa," jelas Anam.

Sementara Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Kanjuruhan Irjen Armed Wijaya menyampaikan bahwa CCTV yang terletak di sekitar Stadion Kanjuruhan telah dihapus disebabkan adanya gangguan internet.

Polri juga telah memastikan bahwa CCTV tersebut tidak ada yang terhapus. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengonfirmasi pernyataan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam sebelumnya. Adapun rekaman CCTV itu disebut berdurasi 3 jam.

"Itu sudah clear, tidak ada yang dihapus. Kan Cak Anam (Komisioner Komnas HAM) sudah sampaikan," kata Dedi saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Senin.

Sebelumnya diberitakan, Komnas HAM telah meluruskan dugaan penghapusan rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan. Komnas HAM menegaskan bahwa rekaman tersebut hanya terkendala teknis dan tidak ada upaya penghapusan terhadap rekaman CCTV tersebut.

"Terkait juga CCTV di lobi utama, kami ditunjukkan lobi utama yang ternyata CCTV lobi utama itu bisa terlihat utuh, sekian jam, sekian jam itu terlihat, apakah ada yang tidak terlihat atau terhapus? Yang kami lihat itu semuanya ada, jadi tidak ada yang terhapus," kata Anam akun YouTube Humas Komnas HAM, Kamis (20/10).

Namun, Komnas HAM, lanjut dia, menemukan bahwa kamera pengintai atau CCTV di titik 16 Stadion Kanjuruhan bermasalah secara teknis.

Sumber: mediaindonesia.com