HETANEWS

Terobosan kantor pos di Swiss, antar paket pakai drone

Drone untuk logistik kantor pos di Swiss. ©2015hetanews.com

hetanews.com - Kantor pos Swiss membuat gebrakan baru untuk melayani warganya. Paket maupun surat-surat akan diantarkan menggunakan pesawat tanpa awak (drone). Kebijakan ini diambil agar ongkos logistik bisa ditekan. Selain itu, warga di kawasan terpencil dapat dilayani sama baiknya dengan mereka yang tinggal di kota.

"Wilayah yang dapat dijangkau drone sangat luas. Jenis layanan kami juga semakin bermacam-macam," ujar juru bicara Kantor Pos Swiss, seperti dilansir Stasiun Televisi Aljazeera, Rabu (8/7).

Lebih jauh lagi, penggunaan pesawat tanpa awak diklaim sangat berguna seandainya Swiss sedang ditimpa bencana. "Contohnya, kami punya kemampuan mengirim bantuan ke wilayah yang aksesnya terpusu akibat badai."

Kantor pos Swiss memesan drone mereka dari perusahaan Matternet yang berasal dari Amerika Serikat. Pesawat mini itu dapat terbang hingga jarak 10 kilometer, membawa beban hingga 1 kilogram. Tidak dijelaskan berapa harga drone per unit yang dipesan kantor pos Swiss.

Petugas pos kini tinggal mengendalikan drone menggunakan telepon pintar yang sudah dilengkapi sistem GPS. Walau memakai teknologi canggih, Kantor Pos Swiss tidak akan mengurangi jumlah kurir manusia. Pengantaran tradisional masih sangat bisa diandalkan di negara yang makmur Eropa itu.

"Tentu tidak realistis untuk menggantikan kurir sepenuhnya dengan drone. Kami setiap hari harus menangani lebih dari 500 ribu paket, bahkan saat musim sibuk seperti Natal, kami mengantarkan 1 juta paket setiap hari," ungkap BUMN Swiss tersebut.

Gagasan mengantrkan paket memakai drone bukan sesuatu yang baru. Perusahaan logistik sekaligus toko buku Online Amazon asal AS sudah pernah melontarkan gagasan serupa. Namun dua tahun lalu, mereka mengatakan pemakaian drone baru bisa terwujud pada 2017 paling cepat.

Otoritas Penerbangan AS (FAA) juga memandang harus ada aturan soal penggunaan drone. Lembaga ini menyatakan pilot pesawat tanpa awak harus punya sertifikat. Drone, apalagi membawa barang berat, dianggap berbahaya bila dikendalikan serampangan di area padat penduduk.

Editor: edo.
Komentar 1
  • Raul Ganteng
    Terobosan yang sangat berani dengan jarak tempuh maksimal 10 km dan beban 1 KG. Berarti drone ini hanya membawa kiriman dokumen surat (ringan)