SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Terjadi disekitaran kantor lingkungan aparat penegak hukum, sebanyak 29 pohon mahoni yang sudah berusia lebih dari 35 tahun raib. Diduga penebangan dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Pohon mahoni yang hilang di sekitaran jalan Asahan, tepatnya di depan kompleks Korem 022/PT dan disamping kantor Kejari Simalungun itu terkesan dibiarkan.

Sebelumnya Pohon Mahoni tersebut menjadi pelindung bagi masyarakat untuk menghindari polusi udara menjadi taman hijau bagi masyarakat sekitar. Setelah berdirinya kompleks perumahan elit Meranti Land, pohon tersebut pun ditumbangi secara liar.

Hingga kini instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Provsu, Camat Kecamatan Siantar, Polsek Bangun, Dinas PUPR dan instansi terkait lainnya belum melakukan upaya apapun dan terkesan tutup mata.

Karena baik Kejaksaan ataupun kepolisian belum ada menerima laporan pengaduan tentang raibnya pohon mahoni yang bernilai ekonomis tersebut.

Sedangkan Kajari Simalungun melalui Kasi Pidsus M Kenan Lubis telah menjelaskan sudah ada pertemuan dengan beberapa instansi terkait lainnya sehubungan dengan penebangan pohon mahoni tersebut.

Namun belum ada hasil dari pertemuan tersebut, karena pihaknya sebagai orang yang diundang oleh Dinas Lingkungan Hidup Provsu hanya sebatas memberikan saran dan masukan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengusut tuntas dugaan penebangan ilegal tersebut.

"Tak hanya penebangan yang diduga tak memiliki ijin, hasil kayu nya pun tidak tahu dibawa kemana, siapa yang menjual dan siapa kepada siapa dijual," jelas jaksa.

Baca juga: Jaksa Pertanyakan Raibnya Puluhan Pohon Mahoni Di Jalan Asahan