HETANEWS.com - Pengusaha berharap Nilai Tukar Rupiah (NTP) bisa stabil. Belakangan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan, bahkan hampir menyentuh Rp 15.500 per USD.

"Tentu kita harapkan nilai tukar bisa stabil, tapi dengan situasi global saat ini saya rasa sudah cukuplah dilakukan pemerintah," kata Ketua Umum Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anggawira kepada Liputan6.com, Rabu (19/10).

Calon Ketua BPP HIPMI ini mengatakan, yang terpenting harus tetap optimis melakukan langkah-langkah positif dan meningkatkan produktivitas. Sebagai pengusaha, Dia tak menampik bahwa kondisi perekonomian secara global dihadapkan dengan tantangan yang berat.

"Saya rasa ini yang harus kita lakukan secara terus-menerus. Karena memang ekonomi saat ini sedang dalam kondisi sangat berat ke depannya," ujarnya.

Sebelumnya Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membawa efek yang berbeda di kalangan dunia usaha. Bagi pengusaha eksportir hal ini merupakan suatu berkah, namun bagi pengusaha importir hal ini adalah sebaliknya.

"Kondisi ini memang kerap kali dirasakan para pengusaha ketika rupiah berfluktuasi dan hal ini merupakan suatu kondisi yang biasa bagi dunia usaha," kata Diana kepada Liputan6.com, Selasa (18/10).

Sebagai pelaku usaha, Diana berharap pemerintah dapat melakukan beberapa langkah strategis agar rupiah tidak semakin dalam tertekan. Selain itu, kinerja dari sektor manufaktur harus tetap dijaga, dalam rangka menjaga neraca perdagangan Indonesia.

"Saya pikir BI dapat melakukan beberapa langkah dalam mengintervensi pasar mengingat cadangan devisa kita sangat cukup untuk BI melakukan hal tersebut," pungkasnya.