SEMARANG, HETANEWS.com - Sudah satu bulan berlalu, pengungkapan kasus pembunuhan ASN Bapenda Kota Semarang Paulus Iwan Boedi Prasetyo masih misterius. Saksi kasus korupsi itu ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kawasan Pantai Marina, Semarang, Kamis (8/9).

Jenazah Iwan ditemukan dengan kondisi termutilasi dan hangus bersama sepeda motornya di lahan kosong kawasan Marina. Sejumlah tulang ditemukan berjarak sekira lima meter dari lokasi penemuan jenazah dan motor yang terbakar.

Selain penemuan jenazah dan properti korban, polisi juga menemukan sebilah pisau. Diduga kuat, pisau tersebut digunakan terduga pelaku untuk memotong korban.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan, kepolisian melakukan penyelidikan dengan mengedepankan Scientific Crime Investigation (SCI), dan mengumpulkan berbagai keterangan serta bukti–bukti tambahan. 14 saksi juga telah diperiksa.

"Saat ini sudah 14 saksi yang sudah dimintai keterangan yaitu 8 dari keluarga korban, 3 rekan kerja dan tiga saksi di TKP," kata Iqbal pada tertengahan bulan September lalu.

Pada 19 September, dua warga sipil HRD dan AG Portal yang diamankan Polrestabes Semarang sempat status menjadi tersangka. Namun sehari setelahnya, statusnya kembali berubah menjadi saksi lantaran belum cukup bukti.

Dalam perkembangannya, polisi mulai menggunakan lie detector atau alat pendeteksi kebohongan untuk memeriksa para saksi.

"Kami masih melengkapi alat bukti yang lain. Saat ini prosesnya dalam tahap lie detector pada dua saksi. Dan juga kita masih pendalaman terhadap saksi saksi. Saksi berinisial AG sudah dilakukan tes pendeteksi kebohongan," kata Iqbal.

Menurut Iqbal, penyelidikan kasus pembunuhan Iwan mesti dikerjakan sangat teliti, ekstra hati-hati dan lebih cermat supaya pelakunya segera ditangkap. Selain itu dengan mencari alat bukti yang kuat, pengungkapan kasus itu bisa terungkap.

"Kasus ini harus cermat dan hati-hati agar tidak terbantahkan. Penetapan tersangka dalam sebuah proses gelar perkara," ungkapnya.

Sedangkan dari hasil penyelidikan sementara, pelaku yang membunuh Iwan merupakan orang profesional. Di mana pelaku terlihat sudah terlatih dan memiliki keahlian membaca tempat agar jauh dari CCTV di lokasi kejadian.

"Pelaku ini orang yang tahu situasi lokasi pembunuhan yang dipilih, yang bersangkutan ini profesional. Pelaku sudah mempertimbangkan tempat mana saja yang dipakai lokasi pembunuhan, termasuk titik blank spot lokasi. Sehingga diidentifikasi jika pelaku profesional," jelasnya.

Terpisah, Komandan Pomdam (Danpomdam) IV/Diponegoro Kolonel Rinoso Budi menuturkan dua anggota TNI yang diperiksa berasal dari satuan Pomdam IV/Diponegoro.

"Dari TNI itu dua yakni HG berpangkat bintara dan AG berpangkat perwira. Satunya warga sipil HRD," kata Rinoso Budi, Kamis (13/10).

Saat ini Pomdam IV/Diponegoro sudah memeriksa 26 saksi. Dia menyatakan AG dan HG ada kedekatan dengan mantan pejabat di Semarang.

"Jadi waktu itu Wali Kota Semarang Sukawi dan dua orang ini dekat. Apalagi AG punya istri berinisial MR adalah keponakannya Pak Sukawi," ungkapnya.