JAKARTA, HETANEWS.com-

PT Permodalan Nasional Madani atau PNM mendorong pemberdayaan dan pendampingan UMKM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

Sebagai informasi, PNM memiliki 12.871.635 nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia, menurut data per 11 Oktober 2022.

Dari belasan juta nasabah PNM, 71,87 persen diantaranya aktif di sektor perdagangan. Kemudian, di sektor pertanian ada 15,25 persen, industri perumahan 3,11 persen, dan sektor perkebunan sebanyak 2,85 persen. Adapun 2 persen nasabah PNM lainnya yang bergerak di sektor jasa.

Kepala divisi pengembangan kapasitas usaha PNM, Dicky Fajrian mengatakan, program pemberdayaan UMKM oleh PNM dibagi dalam tiga tahapan.

“Setiap pekan bertemu petugas untuk memberi tips-tips literasi keuangan, literasi pengembangan usaha, literasi digital, hingga terkait izin usaha," kata Dicky kepada wartawan di Bali, Kamis (13/10/2022).

Tahap pertama, adalah literasi keuangan, tentang bagaimana nasabah bisa mengelola pendapatannya dalam bentuk tabungan.

Tahap selanjutnya yakni literasi pengembangan usaha. Sebagai contoh, pelatihan usaha bagi pengusaha toko klontong, sehingga nasabah bisa menjalankan lebih dari satu usaha guna mendukung pendapatan.

Pembinaan ketiga, adalah literasi digital. Hal ini didorong guna mendukung UMKM semakin melek teknologi dalam menjalankan usahanya.

"Jadi kita mengajarkan bagaimana media sosial, cara menggunakan e-commerce agar usahanya bisa diperluas, jadi tidak hanya sektor lokal saja, dia bisa keluar Bali misalnya," jelas Dicky.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menyelenggarakan Pelatihan Literasi Keuangan dan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bertempat di Hotel Aryaduta Manado yang diikuti oleh 600 Nasabah Mekaar bekerja sama dengan Garda Transfumi (Transfirmasi Formal Usaha Mikro).

Dalam kegiatan pelatihan tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey serta Direktur Operasional PT PNM Sunar Basuki.

PT PNM terus berkomitmen memberikan pendampingan serta literasi bagi nasabahnya. Salah satunya adalah memberikan pelatihan pentingnya nasabah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Direktur Operasional PNM Sunar Basuki mengatakan di Sulawesi Utara telah diterbitkan NIB bagi 600 nasabah PNM Mekaar. Nasabah PNM di Sulawesi Utara juga sudah mencapai 101 ribu dengan 30 kantor layanan dan 400 pendamping lapangan atau AO.

"Selain perusahaan pembiayaan yang memberikan akses modal, PNM juga punya ciri khas memberikan pemberdayaan berupa pelatihan. Jadi, PNM punya pelatihan mulai dari pembentukan mental usaha, motivasi, pembelajaran untuk menjadi pengusaha, peningkatan produktivitas, dan lainnya," ujar Sunar, Minggu (25/9/2022).

Dalam sambutannya Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, menyampaikan bahwa NIB sangat penting bagi pelaku usaha mikro, agar tidak lagi berstatus usaha informal, tetapi naik kelas mebjadi pelaku usaha formal.

Dalam kesempatan ini, Teten memberikan apresiasi yang tinggi kepada PNM, yang sangat concern dalam melaksanakan pendampingan bagi Nasabah PNM Mekaar.

Dukungan itu diberikan melalui program PKU (Pengembangan Kapasitas Usaha). Selain modal usaha, dalam program ini PMN juga membina para nasabahnya.

"PNM Mekaar khusus hadir untuk perempuan prasejahtera, ibu-ibu juga diberi kesempatan mendapat dana modal usaha tanpa jaminan," kata kepala divisi pengembangan kapasitas usaha PNM Dicky fajrian di Bali, Kamis (13/10/2022).

Adapun dua program khusus yaitu pinjaman PNM Mekaar dan PNM Mekaar Plus.

Modal awal yang ditawarkan dalam program ini melalui limit Rp 2 juta. Limit ini kemudian akan ditambah menjadi Rp 5 juta seiring berjalan waktu.

Sementara untuk program PNM Mekaar Plus, limit modal pinjaman awal sebesar Rp 15 juta dan bisa menjadi Rp 25 juta limit tambahannya.

Setelah modal awal dikucurkan, PNM akan memberikan pembinaan usaha ke nasabahnya.

"Selama 2 pekan setelah modal awal cair, tidak langsung kita lepas. Tapi PNM akan memberikan pembinaan usaha," terang Dicky.

"Fluktuatif tingkat bunga tetap terjaga. Dari bunga tersebut nasabah mendapat pendampingan, pelatihan dan memajukan usaha. Nasabah mendapat selain aspek finansial, juga mendapat modal sosial dan modal intelektual," jelas dia.

PT PNM dan Pemprov Sumbar Teken Kerjasama Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil. Pembinaan, pendampingan serta pemberdayaan sektor koperasi dan usaha mikro kecil menengah, merupakan faktor yang sangat penting dalam mendorong kualitas dan bekerlanjutan koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah.

Pembinaan, pendampingan serta pemberdayaan memberikan asistensi bagi pelaku usaha untuk dilakukan pemetaan, analisis, action plan serta pendampingan berkelanjutan terhadap koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah.

PT PNM memberikan perhatian dan dukungan kuat terhadap pemberdayaan bagi nasabahnya. Melalui 3 pilar modal yang diberikan yaitu Modal Finansial, Modal Intelektual dan Modal Sosial.

Sejalan dengan strategi, kebijakan dan keperpihakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menguatkan usaha mikro kecil serta koperasi, PT PNM bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan kerjasama perjanjian Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil di Provinsi Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat H.Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apreasiasi atas peran PT PNM dalam mengembangkan usaha mikro kecil di Sumatera Barat. Mahyeldi menyebutkan 3 alasan mengapa pihaknya melakukan kerjasama dengan PT PNM. Pertama, kesamaaan visi antara Pemprov.

"Sumbar dengan PT PNM, kedua eksisting pelaku usaha mikro kecil menengah yang ada di Sumatera Barat perlu dikembangkan, ketiga, PNM sangat concern dengan pendampingan terhadap usaha mikro kecil," kata di Auditorium Gubernur Pemprov Sumatera Barat, Minggu (2/10/2022).

Sementara itu, Direktur Perencanaan Strategis dan Keuangan PT PNM, Ninis Kesuma Adriani menyatakan, PT PNM terus mengembangkan layanan pembiayaaan dan pendampingan melalui Program Mekaar dan Program Pengembangan Kapasitas Usaha.

"Kami berkomitmen terus mengembangkan layanan pembiayaan dan pendampingan melalui Mekaar dan PKU. Hingga 1 Oktober 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 149,88T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 12,8 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 4.186 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMKM di 34 Provinsi, 443 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan," pungkasnya.

Adapun ruang lingkup kerjasama ini, meliputi pendampingan, pelatihan dan pembinaan serta promosi dan pemasaran pelaku Usaha Kecil dan Koperasi di Provinsi Sumatera Barat.