AMERIKA SERIKAT,HETANEWS.com-

Inflasi Amerika Serikat (AS) naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan lalu. Ini menjadi tanda jika upaya meredam inflasi di ekonomi terbesar dunia itu masih jauh dari selesai.

Dilansir dari BBC, Jumat (14/10/2022) inflasi AS mencapai 8,2 persen dalam 12 bulan hingga September, turun dari 8,3 persen pada Agustus 2022. Meski turun, angka tersebut masih lebih tinggi dari perkiraan.

Angka tersebut jauh di atas target 2 persen bank sentral dan berarti Federal Reserve kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga dalam upaya untuk mendinginkan kenaikan harga.

"The Fed perlu bereaksi pada pertemuan berikutnya dan terus menjaga kebijakan ketat sampai ada beberapa tanda bahwa inflasi terkendali," kata Neil Birrell, kepala investasi di Premier Miton Investors.

“Angka ini meningkatkan tingkat ketidakpastian dan merupakan berita buruk bagi perekonomian secara keseluruhan, tetapi bagi konsumen pada khususnya. Puncak suku bunga, kemungkinan besar, akan lebih tinggi sekarang. Sulit untuk menemukan hal positif dalam hal perekonomian atau pasar,” pungkasnya.

Sebagai informasi, inflasi di AS turun sejak mencapai 9,1 persen pada bulan Juni, yang didorong oleh penurunan harga BBM. Biaya untuk pakaian dan mobil bekas juga turun bulan lalu.

Namun, harga pangan di AS melonjak hingga 13 persen selama 12 bulan terakhir, dan biaya perumahan dan medis juga meningkat tajam.

"Komposisi pembacaan inflasi mungkin lebih mengkhawatirkan daripada angka keseluruhan," kata Seema Shah, kepala strategi global di Principal Asset Management.