MOSKOW, HETANEWS.com - Seorang pejabat tinggi Rusia memperingatkan jika Ukraina diterima menjadi anggota aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang dipimpin Amerika Serikat (AS), maka konflik yang terus berlangsung di negara itu dijamin akan meningkat menjadi Perang Dunia III.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (13/10/2022), beberapa jam usai Presiden Vladimir Putin meresmikan pencaplokan empat wilayah Ukraina -- Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia dan Kherson -- pada 30 September lalu, Presiden Volodymyr Zelensky mengumumkan Ukraina resmi mendaftar keanggotaan NATO.

Saat itu, Zelensky menyebut mendaftar keanggotaan NATO 'di bawah prosedur yang dipercepat'. Namun, diketahui bahwa keanggotaan penuh NATO bagi Ukraina masih jauh karena seluruh anggota atau 30 negara harus memberikan persetujuan mereka.

"Kiev sangat menyadari bahwa langkah seperti itu berarti jaminan eskalasi ke Perang Dunia III," ujar wakil sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Alexander Venediktov, dalam pernyataan yang dikutip kantor berita TASS.

Venediktov merupakan wakil dari Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev, yang diketahui sebagai sekutu kuat Putin. Dituturkan Venediktov bahwa pendaftaran keanggotaan NATO hanyalah propaganda, karena Barat memahami konsekuensi status anggota NATO bagi Ukraina.

"Sifat bunuh diri dari langkah semacam itu telah dipahami oleh anggota-anggota NATO sendiri," ucapnya.

Putin berulang kali mencerca AS karena mendorong ekspansi NATO ke arah timur Eropa, khususnya mendekati negara-negara bekas Uni Soviet seperti Ukraina dan Georgia. Rusia diketahui menganggap kedua negara itu sebagai bagian dari lingkup pengaruhnya sendiri.

Pada 21 September lalu, Putin memperingatkan Barat bahwa dirinya tidak menggertak ketika menyatakan siap menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan Rusia, dari apa yang disebutnya sebagai 'pemerasan nuklir' dari kekuatan-kekuatan besar Barat.

Presiden AS Joe Biden telah mengatakan bahwa dunia menghadapi risiko kiamat nuklir terbesar sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962 silam. NATO dijadwalkan menggelar latihan kesiapsiagaan nuklir tahunan yang disebut 'Steadfast Noon' pekan depan.

Rusia dan AS sejauh ini merupakan kekuatan nuklir terbesar dunia, di mana kedua negara itu mengendalikan sekitar 90 persen hulu ledak nuklir dunia.

Lebih lanjut, Venediktov menyebut seruan Zelensky untuk serangan pencegahan terhadap Rusia sebagai seruan berbahaya. Dia memperingatkan bahwa perang nuklir akan memiliki konsekuensi bencana bagi seluruh dunia.

"Kita harus ingat: konflik nuklir akan benar-benar berdampak pada seluruh dunia -- tidak hanya Rusia dan Barat secara kolektif, tapi setiap negara di planet ini," tegasnya mengingatkan.

"Konsekuensinya akan menjadi bencana bagi seluruh umat manusia," imbuh Venediktov.

Sumber: detik.com