SIANTAR, HETANEWS.com - Dua pelaku Jambret di jalan MH Sitorus Siantar, Eko Sudjatmiko alis Belo (28) dan Gabriel Nainggolan als GG (26) disidangkan di Pengadilan Negeri Pematang Siantar, Kamis (14/10/2022).

Agenda persidangan dipimpin majelis hakim R Manullang mendengarkan keterangan saksi korban Sarmauli Panjaitan dan 2 petugas security PLN. Sarmauli mengakui tidak mengenal para terdakwa.

Ia dirampok oleh kedua terdakwa pada Kamis 19 Mei 2022 sekira pukul 23.00 wib. Saksi bekerja ship malam di PLN datang mengendarai sepeda motor.

Kedua terdakwa yang memang sedang mencari mangsa (korban) menunggu siapa saja yang melintas di Jalan MH Sitorus, tepatnya persimpangan menuju Taman Hewan Siantar.

Melihat korban melintas seorang diri, keduanya langsung mengikuti dan tepat di depan kantor PLN, ketika korban akan membelok memasuki gerbang ditendang. Sehingga sepeda motor korban hampir jatuh.

Lalu terdakwa GG menarik tas yang berada di stang dan terjadi Tatik menarik. Lalu korban ditendang lagi dan kedua terdakwa berhasil membawa tas korban lalu kabur menuju jalan Kartini.

Kedua terdakwa menuju rumah Noval di Jalan Flores dan membuka tas tersebut. Berisi uang tunai 3 juta, hape, kartu vaksin, NPWP, dan kartu kredit milik korban.

Kemudian hape tersebut dijual seharga Rp 250 ribu kepada Caca (DPO). Dan uangnya digunakan untuk membeli narkotika. Sedangkan uang 3juta digunakan untuk membeli chip game Scheater, makan dan kebutuhan lainnya.

Keduanya ditangkap, ketika terdakwa Belo bermaksud mengembalikan kartu kredit, NPWP dan juga sertifikat vaksin korban di Taman Siswa Siantar. Lalu Belo diamankan dan terdakwa GG juga ditangkap berdasarkan petunjuk Belo.

Perbuatan kedua terdakwa dijerat jaksa penuntut umum (JPU) Edi Syahjuri Tarigan melanggar pasal 365 ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUHP. Dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun.

Keterangan saksi dibenarkan para terdakwa. Untuk membacakan tuntutan hukumannya, persidangan ditunda hingga Rabu (19/10/2022) mendatang.