ASAHAN, HETANEWS.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr Nanang menegaskan bahwa vaksinator yang ditunjuk untuk menyuntikkan vaksin telah terlatih dan sudah menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Pernyataan itu disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp kepada Tribun Medan, menanggapi nasib naas yang dialami oleh Buyung Lubis (63) warga Jalan Hasan Maksum, Kelurahan Kisaran Baru, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, yang mengalami kebutaan setelah divaksin Booster.

"Kalau penyuntikan yang dilakukan semua sudah sesuai dengan SOP," kata dr Nanang, Kamis (13/10/2022).

Lanjutnya, saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari Rumah Sakit Haji Medan terkait dengan penyakit apa yang sebenarnya diderita oleh Buyung.

"Makanya sekarang ini kami sedang mempelajari apakah penyakit lain yang dialami oleh pasien," jelasnya. Ia mengaku, kejadian ini merupakan kali pertama yang ada di Kabupaten Asahan, dan terbilang langkah.

"Ya karena tadi. Kami telah menerapkan seluruh SOP. Makanya kami masih menunggu hasil dari RS Haji Medan," katanya.

Sementara, Syamsuddin, Kadis Kominfo Kabupaten Asahan, mengaku saat ini seluruh perobatan yang dijalani oleh Buyung seluruhnya telah dimasukkan ke dalam APBD Kabupaten Asahan.

"Seluruh biaya perobatan sudah kami tanggung. Saat ini kami masih menunggu apa penyebab yang terjadi sebenarnya," kata Syamsuddin, Kadis Kominfo Kabupaten Asahan.

Diketahui sebelumnya, Buyung di Booster di perayaan hari jadi salah satu organisasi masyarakat berloreng biru di Jalan Listrik, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan pada Rabu (28/8/2022) lalu.

Dalam cerita anak korban, Adi Lubis (33) mengaku ayahnya tersebut mengalami mual dan pusing sesaat setelah di suntik vaksin Booster. Kata Adi, dalam surat keterangan vaksin yang diterima oleh ayahnya tertulis bahwa Buyung divaksin oleh Klinik Polres Asahan.

"Memang kemarin di acara HUT ormas tersebut," ujar Adi, Kamis (13/10/2022).

Dijelaskannya, kronologi awal Buyung mengalami kebutaan saat hendak masuk ke dalam rumah selepas dari pulang vaksin.

"Ayah saya divaksin sekitar pukul 13.30 wib, kemudian ayah saya pulang. Saat mau masuk ke dalam rumah, dia terjatuh dan meminta untuk istirahat tidur," ujar Adi.

Namun naas, setelah terbangun dari tidur, pandangan Buyung sudah gelap dan tidak dapat melihat kondisi sekitar.

"Disitu dia merasa kegelapan dan meminta untuk mengambilkan senter. Bahkan dia minta bola matanya disenter, namun tidak dapat melihat," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, ia mencoba menghubungi nomor salah seorang yang bekerja di klinik Polres Asahan namun, WhatsApp miliknya di blokir.

"Saya sempat WA petugas. Namun di blokir. Saya juga sempat menanyakan hal ini ke penyelenggara (Ormas). Kemudian, saya menanyakan kepada lurah, agar mengetahui siapa petugas vaksin yang menyuntik ayah saya dan itupun tidak dapat juga," katanya.

Ia berharap, agar Pemkab Asahan dapat bertanggung jawab atas kejadian tersebut, dan dapat mencari solusi agar Buyung kembali sehat seperti sedia kala.

Sumber: tribunnews.com