JAKARTA, HETANEWS.com - Pertemuan tatap muka antara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terbuka lebar dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Indonesia. KTT G20 Bali akan berlangsung pada November mendatang.

Dirangkum detikcom, Rabu (12/10/2022), Putin diketahui bisa saja hadir secara langsung ataupun secara virtual dalam KTT G20 di Bali. Dalam wawancara dengan Bloomberg pada Agustus lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan dirinya telah menerima jaminan dari Putin bahwa dirinya akan hadir.

Jokowi juga menyebut jaminan yang sama disampaikan oleh Presiden China Xi Jinping. "Xi Jinping akan datang. Presiden Putin juga mengatakan kepada saya bahwa dia akan datang," ucap Jokowi seperti dikutip Bloomberg saat itu.

Joe Biden juga dipastikan akan menghadiri KTT G20 di Bali. Lalu apakah Biden bersedia berbicara langsung dengan Putin membahas invasi Rusia ke Ukraina?

Dilansir CNN dan AFP, Rabu (12/10), saat ditanya apakah dirinya akan bertemu Putin di sela-sela menghadiri KTT G20 yang akan digelar di Bali pada November mendatang, Biden mengakui dirinya tidak melihat alasan yang baik untuk duduk bersama pemimpin Rusia yang memerintahkan invasi ke Ukraina itu.

Ditegaskan juga oleh Biden bahwa tidak ada rencana untuk melakukan pembicaraan soal Ukraina dengan Putin.

"Dengar, saya tidak ada niat untuk bertemu dengannya (Putin-red)" jawab Biden dalam wawancara eksklusif dengan wartawan CNN, Jake Tapper.

Namun, Biden juga menyatakan dirinya bisa berubah pikiran jika Putin bersedia merundingkan pembebasan seorang warga negara AS, Brittney Griner, yang juga pemain basket ternama AS, yang kini ditahan Rusia terkait kasus kepemilikan ganja.

"Jika dia datang kepada saya di G20 dan berkata 'Saya ingin berbicara soal pembebasan Griner', saya akan bertemu dengannya. Maksud saya, itu akan tergantung," ucap Biden.

"Itu akan tergantung pada secara khusus apa yang ingin dia bicarakan," imbuhnya.

"Tapi dengar, dia bertindak secara brutal, dia bertindak secara brutal. Saya pikir dia telah melakukan kejahatan perang. Jadi saya tidak, saya tidak melihat alasan rasional untuk bertemu dengannya sekarang," tegas Biden dalam wawancara itu.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan CNN, Biden menyatakan keyakinannya bahwa Putin tidak akan menggunakan senjata nuklir taktis dalam perang dengan Ukraina. Namun Biden mengakui ancaman nuklir Putin memiliki efek destabilisasi, dan memperingatkan potensi kesalahan dalam pengambilan keputusan.

"Saya tidak berpikir dia akan melakukannya," jawab Biden saat ditanya apakah Putin akan menggunakan senjata nuklir taktis di Ukraina.

Biden juga menilai Putin sebagai sosok yang biasanya rasional, namun telah salah perhitungan dalam menilai kemampuan Rusia untuk menguasai Ukraina.

Sumber: detik.com