SIANTAR, HETANEWS.com - Massa dari Sumut Watch menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Kejari Siantar, Rabu (12/10/2022). Massa menuntut dugaan korupsi direksi PDPHJ.

Massa meminta Kejaksaan Negeri Siantar mengusut berbagai dugaan korupsi yang dilakukan oleh Toga Sihite saat menjabat sebagai Direktur Keuangan PDPHJ dan juga sebagai Plt Dirut.

Toga Sihite diduga korupsi dana penyertaan modal tahun 2019 senilai Rp 2 Milyar. Dana tersebut diduga digunakan untuk membayar kompensasi karyawan yang mengundurkan diri sebanyak 25 orang sejak tahun 2019-2021.Dengan imbalan Rp.5 juta perorang ditambah gaji tertunggak.

Ironisnya sisa uang Rp 1,7 Milyar diduga untuk memperkaya diri sendiri.

Plt.Dirut PDPHJ itu juga diduga menyelewengkan dana penerbitan, perpanjangan KIB (Keterangan Ijin Berusaha) di lokasi Balairung, juga kutipan kepada 3000 PKL, pengelolaan parkir dan kamar mandi.

Massa menuntut proses hukum Toga Sihite yang diduga banyak melakukan korupsi.

Kasi Intel Kejari Siantar Rendra Yoki Pardede kepada pengunjuk rasa menjelaskan jika laporan yang sudah masuk sudah ditindaklanjuti. Terkait penggajian karyawan yang menunggak.

Sedangkan untuk kasus dana penyertaan modal, pihaknya mengatakan agar Sumut Watch segera memberikan datanya ke kejaksaan.

"Beberapa laporan sudah kami terima dan ditindaklanjuti, hanya saja untuk dugaan korupsi dana penyertaan modal belum kami terima," jelas Rendra.

Usai menyampaikan pernyataan aksinya melalui koordinator Aksi Gading S, pengunjukrasa dengan membawa spanduk meninggalkan kantor Kejari secara tertib dan mendapat pengawalan dari petugas Polres Siantar.