SIANTAR, HETANEWS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar diketuai R Manullang meringankan vonis Azril als Ucok (46) dari tuntutan jaksa jadi 11 tahun. Sebelumnya, ia dituntut 14 tahun oleh JPu Selamat Riyadi Damanik.

Terdakwa Ucok terbukti melakukan pembunuhan terhadap korban Jumiati als Melda (35). Hakim menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 338 KUHP.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 11 tahun," kata hakim disidang Rabu (12/10/2022).

Alasan hakim meringankan hukuman terdakwa dari tuntutan jaksa karena ia menyesali perbuatannya. Belum pernah dihukum dan bersikap sopan.

Azril alias Ucok yang kesehariannya menjual sapu nekat menghabisi nyawa korban karena kesal terus ditagih uang sewa kamar. Perbuatan itu terjadi pada Kamis, 26 Mei 2022 di Jalan Bangsal Kelurahan Dwikora Siantar Barat.

Berdasarkan fakta persidangan kata hakim, berawal ketika terdakwa datang ke rumah Azrin Sikumbang di Jalan Bangsal dengan membawa tuak. Lalu minum bersama saksi Azrin Sikumbang, Pardomuan Tambunan, saksi Mak Gesek dan juga korban sambil menonton TV.

Selanjutnya terdakwa dan Mak Gesek masuk ke salah satu kamar. Usai Mak Gesek keluar, saksi Azrin Sikumbang menagih uang sewa kamar.

Tapi terdakwa sudah meminta waktu akan membayar nanti. Namun Korban juga terus menagih uang sewa kamar secara paksa dengan menarik baju terdakwa.

Karena kesal, terdakwa mengambil pisau bergagang kayu dari dalam keranjang tempat jualannya. Seketika menusuk leher korban, tapi korban terus menarik baju terdakwa.

Lalu terdakwa menusuk bagian punggung korban, hingga korban meninggal dunia.

Usai peristiwa itu, terdakwa keluar dari rumah Azrin Sikumbang membawa barang dagangannya juga pisau bergagang kayu tersebut ke Jalan Mataram tempat kostnya.

Terdakwa merupakan Warga Dusun III Taman Sari Desa Simpang Dolok Kabupaten Batu Bara dalam persidangan didampingi pengacara Erwin Purba dan Tommy Saragih dari Posbakum.

Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan masih pikir-pikir.