SIANTAR, HETANEWS.com - Sepakat bayar setengah, sisanya dicicil dan sudah berjalan sebulan, Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) dinilai melanggar kesepakatan dengan para pedagang karena melakukan penyegelan kios.

Salah seorang pedagang Pasar Horas, H Manurung mengatakan para pedagang dan perusahaan sebelumnya sepakat untuk mencicil tunggakan sewa kios karena kondisi pandemi Covid 19.

"Tunggakan saya memang benar ada sebesar Rp 2.462.000. Dan kami sudah melakukan pertemuan dengan pihak PDPHJ. Selanjutnya saya memohon karena uang yang saya punya hanya Rp 1 juta, dan sisanya akan saya cicil tiap minggunya, ini sudah berjalan 1 Bulan. Permohonan kami itu disetujui oleh pihak Pasar," katanya Rabu (12/10).

Meski demikian pihak perusahaan tiba tiba menyegel beberapa kios di Pasar Horas pada Selasa 11 Oktober 2022.

"Kalian harus melunasi juga hari ini, kalau tidak kios ini akan kami segel," ujar H Manurung menirukan ucapan petugas PDHJ.

"Apakah mereka lupa hubungan baik antara pedagang dan pegawai selama ini yang sudah berjalan puluhan tahun. Padahal kita sudah bayar walaupun sisa yang kita berikan setengah itu kita cicil kan, kita niat membayar," ujarnya sembari berharap agar ini menjadi perhatian Walikota Pematang Siantar.

Pedagang lainnya, E L Simatupang yang juga Wakil Ketua DPD P4B Siantar mengakui para pedagang teh di gedung 1 lantai 1 juga mengalami hal yang sama.

"Tagihan hanya sekitar 7 ratus ribu, sudah dinego setengah bayar dulu, sisanya minggu depan, tidak diperbolehkan karyawan Pasar. Berikutnya juga pedagang nasi gedung 2 lantai 3 mengalami kemalingan dan kehilangan tabung Gas elpiji. Dilaporkan, tidak ditanggapi oleh PDPHJ, cuek aja mereka," ujarnya.

Dia menilai kalau semua program dari perusahaan hanya pencitraan belaka. Pembangunan gedung 4 itu juga di yakin hanyalah iming - imingan belaka.

"Gimana mau membangun gedung 4. Untuk memperbaiki kanopi yang sudah rusak, bangunan yang mau roboh dan parit yang sumbat mengakibatkan bau busuk, serta mengatasi kios - kios warga yang sering kemalingan saja tidak bisa diatasi," katanya.

Ia mengatakan, pagar besi di pintu masuk pasar kini berubah jadi tali plastik dan keranjang sampah. Penilaian itu disampaikannya melihat program kerja direksi lebih banyak pencitraan daripada berpihak ke persoalan fundamental pedagang.