HETANEWS.com - Peristiwa bersejarah akan segera terjalin antara Israel dan Lebanon. Dua negara itu dikenal sebagai musuh bebuyutan yang kerap berseteru.

Perdana Menteri Israel Yair Lapid pada Selasa (11/10) mengatakan bahwa mereka sepakat dengan Lebanon mengenai perbatasan laut. Kesepakatan itu dicapai di tengah hubungan yang makin tidak harmonis antar kedua negara.

ABC News melaporkan kesepakatan itu dicapai dengan negosiasi yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Hak atas eksploitasi cadangan gas alam bawah laut menjadi aspek yang diperebutkan oleh kedua negara.

“Pencapaian bersejarah yang akan memperkuat keamanan Israel, menyuntikkan miliaran ke dalam ekonomi Israel, dan memastikan perbatasan utara kita,” kata Lapid.

Israel memang telah mengeklaim tercapainya kesepakatan di antara kedua negara, akan tetapi Lebanon belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun.

Kendati demikian, Lapid tetap bersuka cita dengan tercapainya kesepakatan tentang dengan Lebanon yang tidak memiliki hubungan diplomatik secara langsung dengan Israel itu. Perjanjian ini akan memungkinkan Israel memproduksi gas alam tambahan di Mediterania.

Sedangkan di satu sisi, Lebanon berharap eksplorasi gas akan membantu mengangkat negaranya keluar dari krisis ekonomi.

Utusan senior energi AS Amos Hochstein yang ditunjuk sebagai negosiator untuk menyampaikan proposal yang dimodifikasi dari kesepakatan perbatasan maritim kepada Wakil Ketua Elias Bou Saab yang mewakili Lebanon.

Setelahnya, draf akhir dari perjanjian itu akan dibawa ke hadapan pemerintah sementara Israel untuk disetujui minggu ini, sebelum pemilu digelar.

Bou Saab pun telah menyampaikan rancangan proposal perjanjian kepada Presiden Lebanon Michel Aoun, Perdana Menteri Sementara Najib Mikati, dan Ketua Parlemen Nabih Berri pada Kamis (6/10) lalu. Bou Saab menyatakan bahwa draf itu merupakan terakhir dari perjanjian.

Menurut keterangan Kantor Presiden Aoun mengatakan versi terbaru dari proposal perjanjian itu telah memenuhi tuntutan dan mempertahankan hak atas sumber daya alam yang disampaikan oleh Lebanon. Saat ini, konsultasi tengah dilakukan dari pihak Lebanon sebelum mengumumkan keputusan terkait kesepakatan batas laut itu.

Secara historis kedua negara di Timur Tengah itu berperang semenjak Israel terbentuk pada 1948. Sejak itu pula, kedua negara mengeklaim 860 kilometer persegi Laut Mediterania yang kaya akan cadangan gas.

Sumber: kumparan.com