JAKARTA, HETANEWS.com - Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis membongkar terkait buku hitam yang dibawa kliennya saat berada di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (5/10/2022) lalu.

Menurut penjelasan Arman, buku tersebut berupa catatan pribadi Ferdy Sambo.

Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui persis isi dari buku hitam milik suami Putri Candrawathi tersebut.

"Buku tersebut adalah buku catatan Pak FS (Ferdy Sambo)," kata Arman, Selasa (11/10/2022).

Seperti diketahui, buku hitam itu dipegang mantan Kadiv Propam Polri tersebut saat proses pelimpahan tahap 2 kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice kasus Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Arman pun enggan mengomentari terkait dugaan yang menyebut buku tersebut berisi data-data bagan Konsorsium 303.

Ia hanya menegaskan, saat ini, pihaknya fokus terhadap substansi perkara yang akan disidangkan terhadap kliennya. “Isinya (buku hitam) saya enggak tahu pastinya. Tapi kami fokus ke substansi perkara saat ini," ujarnya.

"Apalagi sampai hari ini berkas perkara belum diberikan Jaksa. Semoga sesuai KUHAP, Jaksa akan memberikan bersamaan dengan pelimpahan ke Pengadilan."

Ferdy Sambo merupakan tersangka kasus pembunuhan Brigadir J dan obstruction of justice. Adapun total tersangka dalam dua kasus tersebut senayak 11 orang.

Berkas perkara dan dakwaan para tersangka kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice kematian Brigadir J telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 10 Oktober 2022.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pun telah menjadwalkan sidang perdana yakni untuk Ferdy Sambo pada pada Senin, 17 Oktober 2022.

Selain Ferdy Sambo, tiga orang tersangka lainnya juga disidangkan di hari yang sama, yakni istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal.

Baca juga: Sidang Ferdy Sambo 17 Oktober 2022, Keluarga Brigadir J: Pasti Hadir, Apa Pun Risikonya